Iran Tolak Buka Selat Hormuz Meski Diancam AS, Harga Minyak Naik Tipis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:19 WIB
Ilustrasi kapal tanker Pacific Topaz yang beraktivitas mengangkut minyak mentah [Unsplash/Haydn]
  • Iran menyerang kapal komersial ADNOC di Selat Hormuz pada hari Sabtu, memicu protes keras dari UEA.
  • Konflik geopolitik antara AS-Israel dan Iran menyebabkan penutupan Selat Hormuz serta mengganggu rantai pasok energi global.
  • Harga minyak dunia mengalami fluktuasi dan koreksi pada hari Senin akibat ketidakpastian pasar dan negosiasi perdamaian.

Ketidakpastian di jalur distribusi energi terbesar dunia ini memberikan sentimen yang sangat fluktuatif pada pasar komoditas. Harga minyak dunia terpantau mengalami koreksi pada perdagangan yang fluktuatif di hari Senin, seiring dengan sikap wait and see dari para investor terhadap hasil negosiasi AS dan Iran.

Berikut adalah rincian pergerakan harga minyak mentah global:

Minyak mentah berjangka Brent bertengger di level USD 82 per barel.

Minyak mentah berjangka US West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan 88 USD.

Pergerakan harga pada sesi perdagangan Asia di hari Senin ini sebetulnya terlihat kecil jika dibandingkan dengan lonjakan ekstrem yang terjadi pada sesi Kamis sebelumnya.

Pada saat itu, WTI meroket hingga 11 persen dan Brent melesat 8 persen, yang tercatat sebagai kenaikan harga absolut terbesar sejak tahun 2020.

Menariknya, berdasarkan data pelayaran maritim terbaru, tidak semua akses tertutup rapat. Beberapa kapal komersial, termasuk kapal tanker yang dioperasikan Oman, kapal kontainer milik perusahaan Prancis, dan kapal pengangkut gas asal Jepang, dilaporkan berhasil melewati Selat Hormuz sejak Kamis. 

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com