Stok Beras NTT Diperkuat 5 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Rp100 Miliar untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:17 WIB
Proses evakuasi oleh tim SAR pascagempa di Flores, Sabtu (15/8/2026). ANTARA/ho-Kantor Sar Maumere
  • Stok beras NTT diperkuat hingga lima kali lipat.
  • Bantuan pangan untuk korban gempa mencapai sekitar Rp100 miliar.
  • Pemerintah prioritaskan bantuan, administrasi menyusul.

Suara.com - Pemerintah memastikan ketersediaan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman setelah wilayah tersebut dilanda bencana gempa bumi. Stok beras di wilayah terdampak bahkan telah diperkuat hingga lima kali lipat untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan penguatan stok tersebut dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan pangan di tengah kondisi darurat.

"Ini kalau dihitung ada lima kali lipat ya. Ada lima kali lipat. Aman, aman. Stok kita 5,2 juta ton. Aman, insyaallah aman," kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Selasa (18/8/2026).

Menurut Amran, pemerintah langsung mengambil langkah cepat begitu bencana terjadi. Penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat terdampak tidak menunggu seluruh proses administrasi rampung.

Amran bahkan telah meminta Perum Bulog segera menyalurkan beras kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurut dia, urusan administrasi dapat diselesaikan setelah bantuan pangan dikirimkan.

"Justru, hari bencana hari apa? Hari Sabtu, hari libur kan? Hari Sabtu langsung kami ambil keputusan. Yang butuh beras, Bulog... kami telepon Dirut Bulog. Yang butuh beras, diberi. Nanti tanda tangannya menyusul," ujarnya.

Dia menegaskan kebutuhan pangan masyarakat dalam situasi bencana merupakan kondisi yang tidak bisa ditunda. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat distribusi bantuan daripada terhambat prosedur administratif.

"Malam baru saya tanda tangan. Karena ini kemanusiaan, nggak boleh ditunda. Makan itu nggak boleh ditunda. Jadi administrasinya menyusul. Tapi kami sudah tanda tangan semua," kata Amran.

Bantuan Tembus Rp100 Miliar

Selain menjaga pasokan beras, Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyalurkan bantuan untuk penanganan bencana di NTT dengan nilai sekitar Rp100 miliar.

Amran mengatakan bantuan yang telah dikirimkan sejauh ini berupa beras. Pemerintah juga membuka kemungkinan menambah bantuan berupa minyak goreng dan kebutuhan pangan lainnya setelah melihat kondisi langsung di lapangan.

"Bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih 100 miliar. Bersama Kepala Bapanas. Ada beras. Baru beras ya, Pak Sestama, ya? Baru beras. Kemungkinan nanti minyak goreng, tapi kami turun ke lapangan langsung," ucapnya.

Amran memastikan anggaran tersebut bersumber dari APBN yang memang dialokasikan untuk penanganan bencana. Dengan demikian, bantuan tersebut bukan berasal dari dana donasi masyarakat.

"Nggak, itu dari APBN. Itu dari anggaran untuk bencana. Itu kan di Bapanas," pungkas Amran.

Langkah pemerintah memperkuat stok hingga lima kali lipat menunjukkan antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi pangan pascabencana. Pemerintah juga menempatkan percepatan bantuan sebagai prioritas agar masyarakat terdampak gempa tetap memperoleh kebutuhan pokok di tengah kondisi darurat.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com