Saham BYAN Anjlok Parah Usai Isu Akusisi Dibantah Manajemen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Terminal batu bara di Balikpapan milik PT Bayan Resources Tbk. [Istimewa]
  • Saham PT Bayan Resources Tbk anjlok hingga 6,95 persen ke level Rp16.075 pada penutupan sesi pertama, Rabu (19/8/2026).
  • Penurunan tajam tersebut terjadi akibat kepanikan investor setelah beredar rumor rencana akuisisi saham oleh Jhonlin Grup milik Haji Isam.
  • Manajemen BYAN melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia secara resmi membantah adanya rencana transaksi pengambilalihan tersebut.

Suara.com - Lantai bursa kembali diwarnai oleh fluktuasi harga yang signifikan akibat pergerakan sentimen dan rumor liar di kalangan pelaku pasar modal.

Pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Rabu (19/8/2026), pergerakan harga saham emiten batu bara raksasa PT Bayan Resources Tbk (dengan kode saham BYAN) terpantau mengalami kemerosotan yang cukup dalam. Saham emiten ini anjlok hingga 6,95 persen, membawanya turun drastis ke level Rp16.075 per lembar saham.

Sementara, saat berita ini dibuat pada pukul 14.28 WIB, harga saham BYAN berada di angka Rp15.925.

Penurunan nilai kapitalisasi ini tidak terlepas dari respons instan para pemodal terhadap beredarnya isu akuisisi oleh Jhonlin Grup.

Kepanikan jual yang melanda para investor, khususnya kalangan investor ritel di berbagai kota besar yang sangat reaktif terhadap pemberitaan, mencatatkan nilai transaksi yang cukup masif, yakni mencapai Rp61,63 miliar dengan total volume saham yang diperdagangkan menyentuh angka 3,79 juta lembar.

Pada awal pembukaan bursa, tekanan jual bahkan sempat membuat saham BYAN dibuka terjun bebas sebesar 14,91 persen dan terperosok ke posisi Rp14.700 dibandingkan dengan harga penutupan pada hari perdagangan sebelumnya.

Koreksi tajam yang mendadak ini praktis mematahkan tren bullish yang sedang dinikmati oleh pemegang saham perseroan. Padahal, dalam kurun waktu satu pekan terakhir, saham BYAN telah menunjukkan performa yang sangat impresif dengan mencatatkan penguatan akumulatif sebesar 33,68 persen.

Aksi ambil untung dan pelepasan saham secara serentak ini mulai terjadi tepat setelah manajemen perusahaan merilis tanggapan resmi mereka kepada otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait desas-desus yang beredar di publik.

Sebelumnya, dinamika saham BYAN sangat terpengaruh oleh rumor santer yang menyebutkan bahwa pengusaha ternama Andi Syamsuddin Arsyad, atau yang lebih akrab disapa Haji Isam, berencana untuk melakukan aksi korporasi besar-besaran.

Kabar angin tersebut menarasikan bahwa pihak Haji Isam tengah membidik sekitar 62,2 persen saham BYAN yang saat ini masih berada di bawah kendali kuat keluarga Low Tuck Kwong.

Sentimen spekulatif ini sempat menjadi bahan bakar utama yang melambungkan harga saham BYAN hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) di level Rp17.275 per lembar pada sesi perdagangan hari Selasa (18/8/2026).

Analisis dari pihak BRI Danareksa Sekuritas bahkan turut menyoroti bahwa rumor akuisisi oleh pihak Jhonlin tersebut bertindak sebagai salah satu katalis utama yang memicu lonjakan harga sesaat.

Bumbu spekulasi di kalangan trader semakin menguat kala salah satu entitas bisnis milik Haji Isam, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), mengumumkan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada tanggal 21 September 2026.

Meskipun manajemen JARR belum mengungkapkan secara terbuka mengenai rincian agenda resmi RUPSLB tersebut, pelaku pasar terlanjur mengaitkannya dengan rencana pengambilalihan saham BYAN, yang secara teoritis dapat merombak struktur pengendali perusahaan secara total.

Klarifikasi Tegas Manajemen Bayan Resources

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com