- Kepala Bakom RI Muhammad Qodari memaparkan keberhasilan Sekolah Unggul Garuda di Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026.
- Jumlah siswa yang masuk perguruan tinggi dunia naik 177 persen menjadi 388 orang pada tahun ajaran 2025–2026.
- Pemerintah menargetkan perluasan jaringan menjadi 80 sekolah bertaraf unggul di berbagai wilayah hingga tahun 2028 mendatang.
Suara.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom) Muhammad Qodari memamerkan capaian Sekolah Unggul Garuda yang merupakan program prioritas Pemerintah di bidang pendidikan.
Qodari mengungkapkan dari program tersebut, ada kenaikan hingga 177 persen pada jumlah siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi yang berhasil menembus perguruan tinggi utama dunia.
"Dampak yang sudah terukur jelas dari program ini adalah lonjakan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi yang berhasil lulus seleksi masuk perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia, naik 177 persen dari 148 siswa pada tahun ajaran 2024–2025 menjadi 388 siswa pada tahun ajaran 2025–2026," ungkap Qodari di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (19/8/2026)
Ia memaparkan, para siswa lulusan SMA Garuda itu tersebar dan diterima di berbagai universitas bereputasi internasional seperti University of California Berkeley Amerika Serikat, University of Oxford Inggris, Nanyang Technological University Singapura, University of Toronto Kanada, University of New South Wales Australia, Wageningen University and Research Belanda, hingga Université Paris-Saclay Prancis.
Capaian akademik ini turut disokong penuh oleh ekosistem pembinaan dan penyaluran Beasiswa Garuda 2026. Qodari menjelaskan bahwa kerja sama dengan kampus luar negeri dijalankan melalui tujuh skema program, mulai dari persiapan SAT/IELTS, penguatan bahasa asing, penguatan riset STEM, hingga pelatihan personal branding.
"Realisasi paling konkret ada pada Beasiswa Garuda 2026 yang menempatkan total 515 penerima ke kampus-kampus top dunia, terdiri dari 370 siswa pada gelombang pertama dan 145 siswa pada gelombang kedua," imbuhnya.
Dari total penerima tersebut, Australia menjadi negara destinasi tujuan terbanyak dengan 138 penerima, disusul Singapura 72 orang, Kanada 70 orang, kampus dalam negeri 140 orang, Hong Kong 38 orang, Amerika Serikat 20 orang, dan Inggris 17 orang. Sisanya tersebar di Belanda, Tiongkok, Korea Selatan, Belgia, hingga Prancis.
Target Ekspansi 80 Sekolah Unggul Garuda hingga 2028
Keberhasilan meloloskan ratusan siswa ke perguruan tinggi kelas dunia ini sejalan dengan perluasan jaringan sekolah yang terus digenjot pemerintah berdasarkan Perpres Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan SMA Unggul Garuda.
Saat ini, Qodari mengatakan Pemerintah telah menetapkan 42 Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT) yang tersebar di 15 provinsi. Konsentrasi terbanyak berada di Jawa Barat (7 sekolah), DKI Jakarta (6 sekolah), Jawa Tengah (6 sekolah), Banten (4 sekolah), serta Aceh dan Yogyakarta (masing-masing 3 sekolah).
Untuk memenuhi target jangka panjang sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menetapkan skema penambahan target sekolah secara bertahap.
"Untuk memenuhi target 80 SUGT dalam 5 tahun sesuai dengan mandat Presiden, pada tahun 2027 yang akan datang akan ditetapkan 20 SUGT baru dan pada tahun 2028 sebanyak 18 SUGT baru," kata Qodari.
Selain berfokus pada siswa internal, Qodari menegaskan bahwa keberadaan ekosistem ini juga harus membawa manfaat luas bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya melalui program peningkatan kapasitas.
"Untuk perluasan manfaat, program Sekolah Unggul Garuda Transformasi juga melaksanakan program pengimbasan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas sekolah-sekolah lain di sekitarnya. Pada tahun 2025 sudah 277 sekolah yang mendapatkan program pengimbasan dan jumlahnya akan terus bertambah," jelas dia.