Masyarakat Doyan Emas Dijadikan Aset, Kredit Konsumsi Perbankan Terus Tumbuh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:05 WIB
ilustrasi investasi emas.(pexels/Zlaťáky.cz)
  • OJK mencatat kredit konsumsi perbankan nasional tumbuh 5,75 persen YoY pada Juni 2026.
  • Flexi Gold Bank Mega Syariah melonjak 1.796 persen menjadi lebih dari Rp42 miliar hingga Juli 2026.
  • Pertumbuhan Flexi Gold didorong oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan fleksibel berbasis aset emas.

Suara.com - Pembiayaan konsumer perbankan masih menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit konsumsi perbankan nasional tumbuh 5,75 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Juni 2026.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat, terhadap akses pembiayaan untuk berbagai keperluan, mulai dari kepemilikan hunian, kebutuhan multiguna, hingga pembiayaan berbasis aset seperti emas.

Dalam hal ini, Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, mengatakan tingginya pertumbuhan Flexi Gold menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan masyarakat, terhadap alternatif pembiayaan yang fleksibel dengan memanfaatkan aset emas yang dimiliki.

“Kami melihat kebutuhan pembiayaan masyarakat semakin beragam. Salah satu yang menunjukkan perkembangan cukup kuat adalah pembiayaan berbasis emas," ujar Benadicto dalam siaran pers yang diterima, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, masyarakat tidak hanya melihat emas sebagai aset untuk menjaga nilai, tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk memperoleh pembiayaan ketika membutuhkan dana tanpa harus melepaskan kepemilikan aset tersebut. 

"Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan Flexi Gold sejak mulai kami kembangkan pada akhir 2025,” tambah dia.

Ilustrasi Flexi Gold Bank Mega Syariah. [Bank Mega Syariah]

Menurut Benadicto, kebutuhan pembiayaan masyarakat saat ini semakin beragam. Emas tidak hanya dipandang sebagai aset untuk menjaga nilai, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pembiayaan ketika masyarakat membutuhkan dana tanpa harus melepaskan kepemilikan atas aset tersebut.

"Ke depan, Bank Mega Syariah akan terus mengembangkan produk pembiayaan konsumer sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pengembangan tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan kualitas pembiayaan dan menerapkan prinsip kehati-hatian," jelasnya.

Tren tersebut turut tercermin dalam perkembangan pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah. 

Perseroan memiliki sejumlah produk pembiayaan konsumer yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu produk yang menjadi fokus pengembangan adalah Pembiayaan Kepemilikan Emas (Flexi Gold).

Berdasarkan perkembangan portofolio sejak Desember 2025 hingga Juli 2026, Flexi Gold mencatat pertumbuhan paling tinggi dibandingkan produk konsumtif lainnya. Outstanding Flexi Gold meningkat 1.796 persen atau menjadi lebih dari Rp42 miliar.

Sementara itu, hingga Juli 2026, portofolio pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah mencapai Rp596,7 miliar atau tumbuh 4,97 persen secara tahunan (year to date).

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com