Pangkas Beban Manggarai, Pemprov DKI Bakal Pasang Saringan Sampah di 13 Sungai

Senin, 05 Oktober 2026 | 13:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau proses pengerukan Anak Kali Krukut di Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). [Pemprov DKI]
BACA 10 DETIK
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pemasangan saringan sampah di tiga belas sungai pada Senin, 5 Oktober 2026.
  • Fasilitas saringan sampah di hulu terbukti mampu mereduksi hingga tiga puluh persen volume limbah sebelum mencapai kawasan Manggarai.
  • Pemprov DKI Jakarta mengintegrasikan pengelolaan saringan sungai dengan berbagai fasilitas pengolahan hilir secara holistik dan terencana.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertekad memperluas model penyaringan sampah terpadu ke seluruh penjuru aliran air ibu kota demi mereduksi penumpukan limbah secara drastis.

Kebijakan strategis tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau fasilitas Saringan Sampah TB Simatupang di Jakarta Selatan pada Senin (5/10/2026).

Menurut sang gubernur, penapisan limbah langsung dari hulu terbukti memotong beban aliran air secara masif sebelum menyentuh pintu air vital di pusat kota.

"Jadi sampah ini ditangani dari ujung sebelum masuk ke Manggarai. Sehingga dari Sungai Ciliwung inilah, kemudian hampir 30 persen sampah bisa diambil, diolah di sini," papar Pramono.

Pengolahan yang terintegrasi di fasilitas tersebut dinilai mampu mendobrak kebiasaan lama pengelolaan sampah yang kerap berjalan terpisah-pisah.

"Sebagian untuk menjadi organik dan sebagian residu, sebagian lagi di-pressing untuk kebutuhan beberapa industri yang ada di sekitar sini," lanjut mantan Seskab itu.

Berangkat dari keberhasilan di Sungai Ciliwung, Pramono menegaskan kesiapan jajarannya untuk mereplikasi sistem serupa pada belasan sungai lain yang melintasi Jakarta.

"Sekarang ini ada 13 sungai, dan salah satunya adalah ini, di Sungai Ciliwung ini. Yang akan kami tangani adalah Kali Sunter, Cipinang, Jati Kramat, Baru Timur, Baru Barat, Angke, Krukut, Grogol, Buaran, Kalimalang, dan juga Cakung," tutur sang politisi senior.

Sinergi fasilitas saringan sungai ini nantinya akan dirajut dengan proyek hilir seperti RDF Rorotan, RDF Bantar Gebang, hingga ITF Sunter guna membebaskan Jakarta dari krisis persampahan.

"Dengan demikian, penanganan sampah tidak lagi secara parsial, tetapi secara lebih holistik dan terencana," pungkas Pramono.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com