Asing Gelontorkan Rp648 Miliar di Sesi I IHSG, Saham AMMN dan BBRI Diborong

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:43 WIB
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
  • Investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp648,22 miliar pada Sesi I perdagangan IHSG hari Kamis, 20 Agustus 2026.
  • Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk menjadi primadona utama dengan perolehan net foreign buy tertinggi mencapai Rp333,40 miliar.
  • Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk memimpin daftar pelepasan dana asing dengan tekanan jual bersih mencapai Rp83,52 miliar.

Suara.com - Arus modal asing terpantau kembali mengalir deras masuk ke pasar saham domestik pada paruh pertama perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini. Berdasarkan rilis data Sucor Sekuritas, investor asing secara meyakinkan mencatatkan posisi pembelian bersih (net foreign buy) di seluruh pasar mencapai Rp648,22 miliar pada Sesi I, Kamis (20/8/2026).

Aktivitas perburuan saham oleh investor non-residen ini ditopang oleh total nilai pembelian asing (Foreign Buy) yang menyentuh angka jumbo sebesar Rp2,52 triliun.

Angka akumulasi tersebut berhasil melampaui total nilai penjualan asing (Foreign Sell) yang tercatat tertahan di level Rp1,88 triliun sepanjang sesi pagi hingga jeda siang. 

Dominasi Net Buy: Dari AMMN Hingga Rentetan Saham Tambang Logam

Menduduki posisi puncak keranjang belanja asing, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi primadona utama dengan catatan net foreign buy luar biasa mencapai Rp333,40 miliar.

Menariknya, rasio pembelian asing terhadap total nilai transaksi (FNB/TV) di saham AMMN menyentuh level 64,17 persen, mengindikasikan bahwa pergerakan harga saham emiten tembaga dan emas ini nyaris dikendalikan sepenuhnya oleh likuiditas asing pada sesi pertama.

Tepat di bawah AMMN, saham perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut menjadi sasaran akumulasi masif dengan nilai net buy sebesar Rp186,23 miliar.

Tingkat partisipasi asing di saham BBRI bahkan lebih pekat, mencapai 67,31 persen dari total perputaran transaksi saham tersebut di sesi satu.

Selain AMMN dan BBRI, aliran dana asing juga membanjiri saham-saham berkapitalisasi besar lainnya, khususnya di sektor pertambangan mineral dan logam mulia.

Tercatat ada dua saham lain yang mencetak net buy di atas seratus miliar rupiah, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai masuk Rp114,91 miliar, disusul oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang mengakumulasi dana asing sebesar Rp105,51 miliar.

Tren akumulasi pada sektor komoditas ini terus berlanjut pada deretan saham lapis berikutnya. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan beli bersih Rp66,84 miliar, diikuti oleh PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar Rp55,11 miliar, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp38,38 miliar.

Deretan emiten nikel, emas, dan batu bara lainnya yang turut menikmati guyuran dana asing dengan nilai pembelian bersih berkisar antara Rp10 miliar hingga Rp30 miliar meliputi MBMA (Rp30,74 miliar), MDKA (Rp25,39 miliar), INCO (Rp20,80 miliar), INDY (Rp20,61 miliar), hingga NCKL yang membukukan net buy Rp18,14 miliar. Masuknya dana pada emiten-emiten ini mempertegas rotasi sektoral asing yang saat ini sangat memprioritaskan aset berbasis komoditas logam dasar dan mulia.

Aksi Jual Asing Bayangi DSSA, Perbankan, dan Sektor Infrastruktur

Di tengah euforia pembelian, sejumlah saham unggulan justru harus menghadapi tekanan jual dari investor asing (net foreign sell). Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin daftar jual bersih dengan pelepasan dana asing mencapai Rp83,52 miliar.

Sektor perbankan yang diwakili oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berada di urutan kedua saham yang paling banyak dilepas asing, dengan catatan net sell sebesar Rp58,81 miliar. Tekanan serupa juga menimpa PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang harus merelakan keluarnya aliran dana asing senilai Rp32,98 miliar.

Pada sektor teknologi dan infrastruktur, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan net sell sebesar Rp43,35 miliar. Emiten petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turut dilego asing dengan nilai bersih Rp38,32 miliar.

Aksi distribusi atau pelepasan portofolio oleh investor non-residen ini juga merambat ke sektor otomotif dan telekomunikasi. Saham PT Astra International Tbk (ASII) tercatat mengalami net sell Rp29,22 miliar, sementara PT Indosat Tbk (ISAT) dilepas senilai Rp23,72 miliar. Beberapa saham berkapitalisasi menengah dan besar lainnya yang masuk ke dalam radar jual asing dengan nilai di bawah Rp25 miliar mencakup AADI (Rp22,01 miliar), EMAS (Rp21,07 miliar), dan TLKM (Rp18,20 miliar).

Disclaimer: Artikel ini disajikan murni sebagai informasi jurnalistik seputar aktivitas pasar modal dan dinamika transaksi bursa domestik. Konten ini bukan merupakan saran, ajakan, rekomendasi, maupun panduan pasti untuk membeli atau menjual instrumen investasi

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com