Subsidi Energi 2027 Membengkak, Beban APBN Makin Berat

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 13:43 WIB
Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (22/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Subsidi energi 2027 diusulkan melonjak 20,1% menjadi Rp272,94 triliun.
  • Subsidi BBM dan LPG 3 kg naik 22,2% menjadi Rp142,83 triliun.
  • Subsidi listrik ikut membengkak 17,8% menjadi Rp130,10 triliun.

Suara.com - Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, subsidi energi diusulkan mencapai Rp272,94 triliun, membengkak 20,1 persen dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp227,25 triliun.

Kenaikan tersebut menunjukkan beban anggaran negara untuk menahan harga energi masih semakin besar. Jika terealisasi, tambahan subsidi mencapai sekitar Rp45,69 triliun hanya dalam setahun.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan angka tersebut masih belum final karena akan kembali dibahas bersama DPR RI.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan pembahasan anggaran subsidi energi masih akan dilakukan dalam rapat koordinasi dan rapat dengar pendapat (RDP) pembahasan RKA-KL 2027 pada 31 Agustus 2026.

"Sebetulnya kan kami masih mau ada pembahasan dengan DPR juga ya. Jadi kami itu kalau enggak salah, dijadwalkan masih tanggal 31 Agustus ini untuk rapat koordinasi dan rapat dengar pendapat untuk membahas RKA-KL tahun 2027, termasuk isu yang terkait dengan subsidi energi tadi itu," kata Erani saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menurut Erani, besarnya subsidi energi sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang sulit dikendalikan pemerintah. Di antaranya adalah pergerakan harga minyak dan gas dunia serta kuota volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Yang itu bisa mempengaruhi besar-kecilnya atau bertambah-berkurangnya subsidi," ujarnya.

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027, sebagian besar anggaran subsidi energi akan dialokasikan untuk Subsidi Jenis BBM Tertentu dan LPG Tabung 3 kilogram serta subsidi listrik.

Anggaran untuk subsidi BBM Jenis Tertentu dan LPG 3 kg direncanakan mencapai Rp142,83 triliun pada 2027.

Nilai tersebut meningkat 22,2 persen dibandingkan outlook 2026 yang sebesar Rp116,84 triliun. Artinya, pemerintah menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp25,99 triliun untuk menanggung subsidi BBM dan LPG 3 kg.

Lonjakan ini menjadi salah satu penyumbang utama membengkaknya total subsidi energi tahun depan.

Tekanan terhadap APBN juga datang dari subsidi listrik. Pemerintah mengusulkan anggaran subsidi listrik sebesar Rp130,10 triliun pada RAPBN 2027.

Angka tersebut naik 17,8 persen dibandingkan outlook 2026 sebesar Rp110,41 triliun. Dengan demikian, tambahan anggaran subsidi listrik mencapai sekitar Rp19,69 triliun.

Jika digabungkan, subsidi BBM, LPG 3 kg, dan listrik menyerap anggaran hingga Rp272,93 triliun, yang praktis sejalan dengan total subsidi energi sebesar Rp272,94 triliun.

Besarnya kebutuhan subsidi tersebut menunjukkan APBN masih menghadapi tekanan untuk menjaga keterjangkauan harga energi di tengah ketidakpastian harga komoditas global dan kebutuhan energi domestik.

Namun, angka tersebut masih dapat berubah setelah pemerintah dan DPR menyelesaikan pembahasan RAPBN 2027 pada akhir Agustus mendatang.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com