- Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Motor Listrik Nasional di Cikarang, Jawa Barat, pada Agustus 2026.
- Program Molinas menargetkan pengoperasian 11 juta unit kendaraan untuk menghemat subsidi bahan bakar minyak senilai Rp82,2 triliun.
- Pemerintah memberikan berbagai kemudahan pembelian seperti cicilan ringan, penghapusan uang muka, dan skema tukar tambah motor bensin.
Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan bahwa pengalihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik melalui program Motor Listrik Nasional (Molinas) berperan strategis dalam menekan beban keuangan negara.
Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman menjelaskan bahwa proyek Molinas bisa memberikan penghematan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp 82,2 triliun. Angka ini diperoleh dari asumsi 11 juta unit kendaraan listrik yang beroperasi selama 2027-2037.
"Penghematan subsidi BBM, asumsi 11 juta unit beroperasi di 2037 Rp 82,2 triliun," katanya dalam diskusi yang digelar di Jakarta, dikutip Jumat (21/8/2026).
Efisiensi biaya operasional tersebut lahir dari konsumsi listrik yang jauh lebih hemat dibandingkan penggunaan BBM eceran maupun subsidi pada motor konvensional.
Menurutnya, penurunan konsumsi BBM jenis BBM/PBBKB ini menjadi kunci krusial pemerintah untuk menekan alokasi subsidi energi dan kompensasi BBM yang selama ini membebani APBN.
Atong menambahkan bahwa percepatan transisi energi ke sektor kendaraan listrik ini juga selaras dengan komitmen iklim global Indonesia.
"Ada hal yang mendasar juga. Kenapa kalau kita tadi yang shorter, kita lebih pendek 10 tahun, bahwa asal-muasalnya yaitu kita bicara Paris Agreement, adanya kewajiban negara untuk mengurangi emisi. Sehingga Indonesia kenapa kok lebih cepat? Karena kita komit saat itu," jelasnya.
Melalui potensi permintaan motor listrik yang diproyeksikan menembus 1,5 juta unit pada tahun 2028, Pemerintah optimistis penurunan konsumsi BBM fosil secara masif dari jutaan unit kendaraan bermotor akan berimbas langsung pada efisiensi anggaran negara dan penyehatan neraca perdagangan nasional.
Sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan motor listrik nasional atau Molinas di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Dalam peresmian itu Prabowo berjanji akan memberikan kemudahan untuk konsumen yang membeli motor listrik nasional dalam rupa cicilan ringan hingga program tukar tambah dengan motor bensin.
“Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, secara resmi, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, luncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung,” kata Presiden Prabowo saat acara peluncuran dan peresmian Molinas.
Dalam kesempatan yang sama Prabowo mengatakan akan memberikan sejumlah kemudahan bagi konsumen untuk pembelian motor listrik.
"Bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP, jadi nanti kalau ada yang masih pakai motor bensin ya rasain sendiri," ujar Presiden.
Tidak hanya itu terdapat potensi skema penukaran motor yang menggunakan bensin dengan motor listrik, untuk mendukung perluasan penggunaan.
"Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin. Jadi nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa bisa tukar tambah," kata Prabowo menambahkan.
Dia menyoroti bahwa penggunaan motor listrik dapat menghemat pengeluaran sampai dengan 50 persen, jika dibandingkan dengan motor bensin. Tidak hanya itu, penghematan harian bahkan bisa mencapai 70 persen.