BI Optimalkan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:13 WIB
Bank Indonesia. [Antara]
  • Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan dukungan penuh terhadap target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar delapan persen.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Destry di Gedung DPR pada Rabu, 27 Agustus 2026, berdasarkan mandat Undang-Undang P2SK.
  • Bank Indonesia berkomitmen menjaga iklim ekonomi kondusif dan memperkuat pembiayaan melalui sinergi tanpa menghilangkan independensi lembaga.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, target pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen. 

Pejabat Sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan BI akan mengoptimalkan perannya untuk mendukung arah kebijakan pemerintah tersebut.

“Kita mendukung pemerintah. Itu memang rencana pemerintah. Tentunya, sesuai dengan mandat yang kita miliki, kita akan optimalkan,” kata Destry di Gedung DPR, Rabu (27/8/2026).

Menurut dia, dalam kerangka Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), BI memiliki peran dalam menciptakan iklim ekonomi yang kondusif guna mendorong pertumbuhan sektoral dan penciptaan lapangan kerja.

“Tugas kami adalah bagaimana kita berusaha untuk menjaga iklim ekonominya kondusif. Artinya, stabilitas terjaga, kemudian pertumbuhan supaya dinamis, kuat, dan sebagainya,” ujarnya.

Destry menambahkan, ketersediaan pembiayaan juga menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. [Suara.com/Rina A]

Menurutnya, hal tersebut menjadi pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan secara bersama-sama sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga.

“Ketersediaan pembiayaan juga ada. Nah, ini yang menjadi PR dari kita. Nanti kan semua ada kewenangannya masing-masing,” ungkap Destry.

Dia menegaskan, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi membutuhkan sinergi antara BI dan pemerintah. Pemerintah, kata dia, juga telah memiliki berbagai rencana dan kebijakan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi.

“Sektoral kita bersama-sama dengan pemerintah. Tapi tentunya pemerintah juga sudah punya rencana-rencana. Jadi, ini sebenarnya sinergi saja,” katanya.

Destry menambahkan  bahwa sinergi antarlembaga bukan berarti menghilangkan kewenangan atau independensi masing-masing pihak. 

Menurut dia, setiap lembaga tetap bergerak berdasarkan mandat dan kewenangannya, tetapi dengan tujuan yang sejalan.

“Sinergi itu jangan salah, ya. Sinergi itu tidak berarti kita kehilangan independensi. Tidak. Karena kita bergerak bersama-sama menuju arah yang sama, tentu sesuai dengan kewenangan masing-masing,” pungkasnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com