- Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.775 per dolar AS pada Kamis, 27 Agustus 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen domestik berupa kekhawatiran investor terhadap aksi demonstrasi besar.
- Dolar AS yang menguat akibat tingginya inflasi turut menekan rupiah hingga perdagangan sore.
Suara.com - Rupiah menjadi mata uang paling lemah di Asia. Hal ini terlihat dolar Amerika Serikat (AS) menekan mata uang Garuda di pasar keuangan hari ini.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Kamis 27 Agustus 2026 dibuka ke level Rp17.775 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 50 poin atau naik 0,32 persen pada hari sebelumnya yang ada di Rp17. 725 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan ini disebabkan oleh sentimen domestik. Salah satunya aksi demo besar yang terjadi hari ini.
"Dari domestik, investor juga was was akan demonstrasi yg akan berlangsung hari ini," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan, rupiah masih akan melemah hingga sore nanti. Lantaran, dolar AS yang mulai rebound menekan mata uang Garuda .
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah Indikator inflasi acuan the Fed menunjukkan harga tetap bertahan tinggi pada bulan Juli, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Range rupiah Rp17.650-Rp17.800," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia bervariasi. Rinciannya, won Korea Selatan menjadi mata uang terkuat di Asia dengan naik 0,41 persen.
Diikuti oleh dolar Dolar Taiwan yang menanjak 0,27 persen. Lalu ada dolar Singapura naik 0,09 persen dan Yen Jepang ikut menguat tipis 0,01 persen.
Sedangkan rupiah menjadi mata uang paling lemah di Asia. Diikuti oleh peso Filipina turun 0,08 persen. Lalu ada ringgit Malaysia yang melemah tipis 0,02 persen dan dolar Singapura terkapar 0,01 persen.