- KAI Commuter menyiagakan 126 personel gabungan TNI, Polri, dan internal untuk mengamankan stasiun strategis di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
- Jumlah pengguna KAI Commuter tercatat mencapai 75.552 orang dan seluruh operasional perjalanan kereta masih berjalan normal hingga pukul 08.00 WIB.
- Operator menyiapkan mobil rescue, ambulans, tim medis, serta potensi rekayasa pola operasi secara situasional jika diperlukan.
Suara.com - KAI Commuter menyiapkan langkah antisipasi pelayanan operasional menyusul adanya rencana kegiatan penyampaian aspirasi oleh kelompok masyarakat di sejumlah titik di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
Langkah antisipasi tersebut berupa penambahan pengamanan melibatkan total 126 personel gabungan dari internal KAI Commuter serta unsur TNI dan Polri.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa penyiagaan petugas difokuskan pada stasiun-stasiun strategis yang berdekatan dengan titik kegiatan massa.
"Penambahan personel pengamanan terdiri dari internal KAI Commuter dan unsur TNI/Polri dengan total sebanyak 126 personel di stasiun-stasiun yang dekat dengan kegiatan penyampaian aspirasi tersebut seperti Stasiun Palmerah, Sudirman, BNI City, Stasiun Tanah Abang, serta Stasiun Juanda," ujar Karina lewat keterangannya pada Kamis (27/8/2026).
Secara rinci, KAI Commuter menyiagakan 37 personel di Stasiun Tanah Abang, 28 personel di Stasiun Juanda, 21 personel di Stasiun Sudirman, serta masing-masing 20 personel di Stasiun Palmerah dan Stasiun BNI City.
Selain kekuatan personel, unit mobil rescue, ambulans, dan tim medis juga disiagakan di lokasi.
Hingga pukul 08.00 WIB, kondisi seluruh stasiun Commuter Line Jabodetabek dilaporkan lancar dan kondusif.
Jumlah pengguna tercatat sebanyak 75.552 orang, atau turun 15,7 persen dibandingkan periode yang sama pada Kamis pekan lalu yang mencapai 89.620 orang.
Operasional perjalanan KAI Commuter hari ini masih berjalan normal dengan menyiagakan 1.065 perjalanan.
Meski demikian, pihak operator siap menerapkan rekayasa pola operasi secara situasional jika terjadi dinamika di lapangan.
Masyarakat diimbau memantau pembaruan informasi perjalanan melalui aplikasi C-Access, akun media sosial @commuterline, atau call center 021-121, serta selalu mematuhi arahan petugas di stasiun.