Sempat Minus, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Catat Surplus di Juli 2026

Selasa, 01 September 2026 | 13:30 WIB
Badan Pusat Statistik mengumumkan neraca perdagangan Indonesia kembali surplus sebesar 120 juta dolar AS pada Juli 2026. [Antara]
  • Badan Pusat Statistik mengumumkan neraca perdagangan Indonesia kembali surplus sebesar 120 juta dolar AS pada Juli 2026.
  • Deputi BPS Ateng Hartono menyatakan surplus Juli 2026 didorong oleh nilai ekspor yang mencapai 26,22 miliar dolar AS.
  • Secara akumulatif periode Januari hingga Juli 2026, neraca perdagangan barang Indonesia mencatat total surplus senilai 3,70 miliar dolar AS.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdangan Indonesia kembali mencatat surplus sebesar 120 juta dolar AS pada Juli 2026. Capaian ini diraih setelah neraca perdagangan sempat mencatat defisit pada Mei dan Juni.

Neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit masing-masing 1,61 miliar dolar AS pada Mei dan 450 juta dolar AS Juni 2026.

Defisit pada Mei dan Juni itu terjadi setelah Indonesia terus menikmati surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak 6 tahun terakhir.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Selasa (1/9/2026) mengungkapkan pada Juli 2026, neraca dagang Indonesia surplus sebesar 120 juta miliar dolar AS, dengan ekspor 26,22 miliar dolar AS yang naik 6,05 yoy, dan impor 26,09 miliar dolar AS yang naik 27,02 persen secara tahunan.

Di periode ini menurut Ateng, industri pengolahan tetap memberikan kontribusi terbesar ekspor nonmigas dengan angka 21,76 miliar dolar AS, pertambangan 3,10 miliar dolar AS, serta pertanian, kehutanan dan perikanan 0,57 miliar dolar AS.

Menurut penggunaan di periode Juli 2026, impor didominasi oleh bahan baku/penolong yang mencapai 18,76 miliar dolar AS, barang modal 5,10 miliar dolar AS, dan barang konsumsi 2,24 miliar dolar AS.

Secara akumulatif, neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus senilai 3,70 miliar dolar AS pada periode Januari-Juli 2026.

Dari angka tersebut, ekspor kumulatif di periode itu tercatat 167,03 miliar dolar AS atau naik 4,43 persen secara tahunan (year on year/yoy) yang sebesar 159,95 miliar dolar AS.

Menurut sektor, industri pengolahan menyumbang 137,26 miliar dolar AS dari total ekspor kumulatif, pertambangan dan lainnya 19,60 miliar dolar AS, serta sektor pertanian, kehutanan dan perikanan 3,15 miliar dolar AS.

Sedangkan untuk impor sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 163,33 miliar dolar AS yang meningkat 19,94 persen secara tahunan, dengan andil penggunaan didominasi oleh bahan baku/penolong sebesar 116,70 miliar dolar AS, diikuti barang modal 32,46 miliar dolar AS, dan barang konsumsi 14,16 miliar dolar AS.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com