- Menkeu Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada tahun 2027 melalui akselerasi investasi sebesar 7 persen.
- Pemerintah melibatkan pusat, swasta, dan Danantara serta menjadikan APBN sebagai katalisator untuk mendongkrak sektor investasi strategis.
- Kebijakan fiskal dan moneter diintegrasikan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dengan defisit anggaran RAPBN 2027 dipatok 2,40 persen terhadap PDB.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis perekonomian Indonesia mampu tumbuh hingga 6% pada 2027. Target ambisius dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 tersebut dipatok dengan mengandalkan dorongan utama dari akselerasi investasi yang ditargetkan tumbuh sebesar 7 persen.
Menkeu Purbaya menyatakan, fondasi ekonomi domestik yang solid sepanjang semester I 2026 yang mencatatkan pertumbuhan 5,46% serta inflasi yang terkendali menjadi pijakan kuat untuk membidik target yang lebih tinggi.
"Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi mencapai 6% di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7%," ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Pemerintah yang disiarkan virtual, dikutip Rabu (2/9/2026).
Untuk mencapai target investasi tersebut, Purbaya menyebut kalau Pemerintah mengusung strategi kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, swasta, serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Dalam skema ini, APBN akan difokuskan sebagai katalisator untuk memantik peran swasta sebagai motor penggerak utama investasi. Sementara itu Danantara diarahkan untuk mengakselerasi investasi produktif pada sektor-sektor strategis dan hilirisasi bernilai tambah tinggi.
Selain memacu investasi, Pemerintah berjanji akan terus menjaga stabilitas ekonomi makro sebagai fondasi kepastian bagi dunia usaha.
Mulai dari langkah pengendalian inflasi pada level 2,5%, pembentukan suku bunga SBN 10 tahun yang kompetitif di level 6,9%, serta penjagaan stabilitas nilai tukar rupiah di kisaran Rp17.500 per dolar AS menjadi fokus integrasi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia.
Keyakinan Pemerintah juga diperkuat oleh postur RAPBN 2027 yang dirancang ekspansif namun tetap terukur. Pendapatan negara direncanakan mencapai Rp3.426 triliun dan belanja negara dianggarkan sebesar Rp4.097,2 triliun, dengan defisit anggaran yang tetap dijaga ketat dalam batas aman sebesar 2,40% terhadap PDB.
"Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang fruit dan sustainable, pemerintah optimis perekonomian Indonesia pada tahun 2027 mampu tumbuh 6% dengan inflasi terjaga pada level 2,5%," jelas Purbaya.