- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 6.632 pada perdagangan Kamis, 3 September 2026.
- Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG menguat karena ditopang oleh pergerakan positif bursa saham Amerika Serikat.
- Penguatan Wall Street terjadi akibat penurunan imbal hasil US Treasury serta data tenaga kerja yang lemah.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada awal perdagangan, Kamis, 3 September 2026. IHSG Dibuka menguat ke level 6.632.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG tetap menghijau dengan naik 0,39 persen ke level 6.621.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 2,65 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,10 triliun serta frekuensi sebesar 169.610 kali.
Di waktu itu, terdapat 324 saham menghijau, sedangkan, 181 saham merosot. Sisanya, 458 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- SAPX
- IMJS
- IMAS
- SRSN
- NATO
Top Loser
- BELI
- GRPM
- BSIM
- SQMI
- FITT
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan kembali menguat pada perdagangan hari ini, setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis. Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak menguat, ditopang sentimen positif dari pasar global.
Dalam risetnya, IHSG pada perdagangan Rabu (2/9/2026) tercatat berada di level 6.596 atau melemah 0,1 persen.
Proyeksi penguatan IHSG tersebut sejalan dengan pergerakan positif bursa saham Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan Rabu, Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 0,56 persen, S&P 500 naik 0,46 persen, sementara Nasdaq bertambah 0,23 persen.
Penguatan Wall Street terjadi di tengah penurunan imbal hasil (yield) US Treasury dan data tenaga kerja ADP yang lebih lemah dari ekspektasi. Kondisi tersebut meningkatkan harapan pasar terhadap kebijakan The Fed yang lebih akomodatif.
Yield US Treasury tenor 10 tahun turun 2,01 basis poin menjadi 4,778 persen. Sementara itu, indeks dolar AS (U.S. Dollar Index) melemah 0,08 persen ke level 99,60.
Sentimen eksternal tersebut menjadi salah satu katalis yang diperkirakan menopang pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.