- Rupiah menguat 18 poin ke level Rp17.697 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 3 September.
- Penguatan rupiah didorong oleh sentimen global akibat data pekerjaan Amerika Serikat yang melemah.
- Mayoritas mata uang di kawasan Asia turut mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat.
Suara.com - Mata uang Garuda berbalik menguat pada pembukaan pagi ini. Rupiah terus naik saat berhadapan dengan Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar keuangan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Kamis 3 September dibuka ke level Rp17.697 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 18 poin atau naik 0,10 persen persen pada hari sebelumnya yang ada di Rp17.733 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah disebabkan sentimen global. Salah satunya data pekerjaan Amerika Serikat yang melemah.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data pekerjaan di AS - yang lebih lemah. Range rupiah hingga sore ini bergerak Rp17.650-Rp17.800," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun, dia menambahkan, penguatan akan terbatas oleh eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang tinggi.
Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia menguat. Di mana, ringgit Malaysia berada satu level di bawah rupiah setelah menanjak 0,19 persen.
Selanjutnya, baht Thailand terkerek 0,18 persen dan yen Jepang yang terangkat 0,14 persen Disusul, dolar Taiwan naik 0,07 persen. Berikutnya ada peso Filipina terapresiasi 0,04 persen serta yuan China menanjak 0,03 persen. Lalu, dolar Singapura menguat tipis 0,02 persen.