- Kualitas udara Jakarta pada Kamis, 3 September 2026, mencapai angka 160 dengan kategori tidak sehat.
- Dinkes DKI Jakarta mengimbau kelompok rentan memakai masker dan membatasi aktivitas luar ruangan.
- Dampak polusi udara tersebut berpotensi memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut di masyarakat.
Suara.com - Kualitas udara di wilayah Jakarta, Kamis (3/9/2026) terpantau masuk dalam kategori tidak sehat dengan angka indeks kualitas udara (AQI) mencapai 160.
Polutan utama PM2.5 yang menyelimuti langit Jakarta kini berada pada level yang sangat riskan bagi kesehatan masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati meminta warga untuk kembali mengenakan masker saat beraktivitas.
Imbauan ini ditujukan terutama bagi kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak paparan udara buruk.
“Yang paling penting terutama untuk kelompok rentan, bayi, balita, lansia, harus lebih berhati-hati,“ ujar Ani dalam keterangan resminya.
Dinkes menyarankan masyarakat agar membatasi mobilitas di luar ruangan jika tidak ada keperluan mendesak.
“Kalau memang ketika kondisi udara nggak bagus, kalau bisa tidak keluar, sebaiknya tidak keluar,“ tutur Ani.
Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di area terbuka, penggunaan alat pelindung diri menjadi hal yang wajib dilakukan.
“Kalau pun harus beraktivitas, kalau kondisinya sedang tidak baik, boleh pakai pelindung seperti masker,“ tambah Ani.
Baca Juga: Musim Kemarau dan Polusi Udara Tingkatkan Risiko ISPA, Ini Saran Dokter
Paparan polusi yang pekat ini dikhawatirkan memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di tengah masyarakat.
“Memang salah satu kemungkinan penyakit yang muncul beriringan dengan kondisi udara adalah ISPA,“ jelas Ani.
Masyarakat diminta segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan apabila mulai merasakan gangguan pada saluran pernapasan.
“Langsung datang aja ke faskes, supaya bisa dapat pertolongan dengan cepat,“ kata Ani.
Selain proteksi fisik, menjaga imunitas dan menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS) menjadi kunci utama menghadapi polusi.
“Daya tahan tubuh, PHBS (perilaku hidup bersih sehat), itu tetap,“ tegas Ani.
Dinkes juga memberikan peringatan khusus bagi warga yang memiliki riwayat penyakit medis tertentu, terutama yang berhubungan dengan pernapasan.
Kondisi udara yang kusam dan berdebu ini dapat memperparah kondisi pasien yang sudah mengidap gangguan paru kronis.
“Itu akan diperburuk pada orang yang memang sudah punya penyakit penyerta, seperti misalnya punya asma atau sakit paru-paru,“ tutup Ani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Waspada! Udara Jakarta Tidak Sehat, Risiko ISPA Mengintai Warga
-
Tahan Beli, Harga Emas Antam Bangkit Dibanderol Rp2.639.000/Gram
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 3 September 2026, Ada Gemini hingga Virgo
-
Petaka Nasi Goreng MBG: 49 Siswa dan Guru SMAN 3 Nganjuk Tumbang
-
Bidik Pasar Konstruksi RI, Rantai Pasok Material Mulai Beralih ke Digital
-
Korban Keracunan MBG Mencapai 43.838 Orang, JPPI Heran Tak Ada SPPG yang Diproses Hukum
-
Harga HP Samsung Terbaru September 2026: Dari Seri A Rp2 Jutaan hingga Flagship Z Fold8 Ultra
-
Oppo Find X10 Pro Max Bocor, Desain Kamera Belakangnya Bikin Pangling
-
IHSG Masih Bertahan di Level 6.600 Pagi Ini
-
Mensos Gus Ipul Minta Seluruh Kepala Sekolah Rakyat Lakukan Pengawasan Penuh Pada Murid-Murid