- Kemenko Perekonomian memproyeksi nilai ekonomi digital Indonesia mencapai Rp3.206 triliun hingga Rp6.056 triliun pada 2030.
- Tokopedia dan TikTok Shop meluncurkan kurasi Pilihan BuSan Kemendag untuk memperluas jangkauan produk lokal UMKM Indonesia.
- Pelatihan digital bagi UMKM di Solo meningkatkan pesanan penjualan sebesar 57 persen melalui platform Tokopedia.
Suara.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksi nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai 180-340 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 3.206 triliun hingga Rp 6.056 triliun di tahun 2030.
Dalam konteks tersebut, UMKM ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Di solo contohnya, UMKM berkontribusi 57 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota dan menyerap 36 persen tenaga kerja lokal.
Kendati demikian, data dari Kementerian UMKM mengungkapkan bahwa masih banyak UMKM yang menghadapi tantangan dalam melegalisasi dan mengembangkan usaha.
Dari sekitar 56 juta usaha mikro di Indonesia, baru 27 persen yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), yang mana ini dapat membantu pelaku usaha mengakses pembiayaan, dukungan pemerintah, dan berbagai peluang lainnya.
Padahal seiring perubahan kebiasaan belanja, kemampuan membuat konten dan memanfaatkan affiliate marketing makin penting bagi UMKM.
Berkat live dan video pendek, penjual dapat memperkenalkan produk dengan cara yang lebih menarik, menjangkau audiens baru, serta mengubah penemuan konten menjadi peluang bisnis.
Dari sana, Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal dari UMKM yang dikurasi langsung oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan sebutan Pilihan BuSan lewat inisiatif #BeliLokal.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, pihaknya ingin mempermudah akses terhadap produk lokal berkualitas lewat program Pilihan BuSan.
"Kami mengapresiasi Tokopedia dan TikTok Shop sebagai platform digital pertama yang memberikan ruang bagi program kurasi Kemendag ini agar semakin mudah ditemukan konsumen di seluruh Indonesia," katanya, Selasa (22/9/2026).
Adapun kolaborasi ini bertujuan menghadirkan produk lokal berkualitas kepada lebih banyak konsumen sekaligus mendukung ekosistem discovery commerce yang aman, tepercaya, dan inklusif.
Presiden Direktur Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo menyebut, kolaborasi ini diperkenalkan dalam #WaktunyaSTARt #JualanNyaman: Spesial Perayaan Kolaborasi #BeliLokal di Solo yang diikuti oleh 200 UMKM dari Solo dan sekitarnya.
Di sana, para peserta mendapatkan pelatihan mengenai legalisasi usaha, pembuatan konten, hingga affiliate marketing.
"Dengan membawa para penjual Pilihan BuSan ke Tokopedia dan TikTok Shop sebagai mitra platform digital pertama mereka, kami ingin membantu produk lokal ditemukan oleh lebih banyak konsumen dari seluruh penjuru Indonesia sekaligus mewujudkan komitmen #BeliLokal melalui discovery commerce," katanya, Selasa (22/9/2026).
Lewat ekosistem tersebut, penjual Tokopedia dan TikTok Shop di Solo mencatat peningkatan pesanan sebesar 57 persen. Hal ini menunjukkan bagaimana platform digital dapat membantu usaha lokal meningkatkan penjualan dengan memperluas pasar di luar komunitas sekitarnya.
Sejak diluncurkan, inisiatif Tokopedia dan TikTok Shop ini telah memberdayakan 4.800 peserta, termasuk perempuan dan difabel, melalui pelatihan legalisasi usaha, pembuatan konten, dan affiliate marketing.
Pelaksanaan lanjutan inisiatif ini di Solo memberi kesempatan bagi UMKM untuk memperkuat keterampilan yang dibutuhkan untuk menjangkau pelanggan melalui berbagai format digital.
Secara nasional, pesanan melalui live dan video pendek masing-masing tumbuh 59 persen dan 135 persen. Sementara pesanan yang dihasilkan affiliate creator meningkat 170%, yang mana ini membuka peluang baru bagi UMKM Solo untuk memperluas jangkauan pelanggan.