Profil Sehat Tentrem, Perusahaan Rokok Milik Mas Bechi Pelaku Kekerasan Seksual

Selasa, 22 September 2026 | 12:24 WIB
Terdakwa kasus pemerkosaan santriwati ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Bechi hadir di PN Surabaya, Senin (15/8/2022). [Beritajatim.com]
BACA 10 DETIK
  • Moch. Subchi Azal Tsani divonis tujuh tahun penjara pada 2022 atas kasus kekerasan seksual di Jombang.
  • Terpidana tersebut telah bebas bersyarat dari Lapas Kelas I Malang per 20 Agustus 2025 setelah ditahan.
  • Pabrik rokok Sehat Tentrem miliknya di Jombang berkembang pesat meski produknya tidak memiliki landasan medis.

Klaim kesehatan yang disematkan pada produk rokok herbal seperti Sehat Tentrem sama sekali tidak memiliki landasan ilmiah. Merujuk pada pandangan medis dari Mayo Clinic dan Halodoc, melabeli rokok sebagai "obat" adalah informasi yang menyesatkan publik.

Terlepas dari campuran rempah atau herbal di dalamnya, proses pembakaran rokok mutlak memproduksi karbon monoksida, tar, dan ragam zat karsinogenik yang memicu kanker, persis seperti rokok konvensional.

Selain itu, asap yang dihirup dari rokok herbal tetap bersifat iritan yang merusak sistem pernapasan dan kardiovaskular.
Secara historis, mitos rokok sebagai media pengobatan bermula pada abad ke-19 lewat sosok Haji Djamhari di Kudus.

Ia mencampurkan cengkih cincang ke dalam tembakau giling karena sebelumnya merasa nyeri dadanya reda oleh olesan minyak cengkih.

Bunyi "kretek-kretek" saat dibakar itulah yang melahirkan istilah rokok kretek. Meski berakar dari praktik pengobatan tradisional masa lampau, sains modern membuktikan bahwa mengonsumsi rokok—baik tembakau biasa maupun herbal—sama sekali bukan solusi penyembuhan dan justru berpotensi melahirkan penyakit baru.

Rokok yang dikaitkan dengan obat memiliki sejarah panjang. Tokoh kretek awal seperti Nitisemito menggunakan slogan bahwa rokok buatannya mampu menyembuhkan berbagai penyakit untuk menarik pembeli. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com