- Moch. Subchi Azal Tsani divonis tujuh tahun penjara pada 2022 atas kasus kekerasan seksual di Jombang.
- Terpidana tersebut telah bebas bersyarat dari Lapas Kelas I Malang per 20 Agustus 2025 setelah ditahan.
- Pabrik rokok Sehat Tentrem miliknya di Jombang berkembang pesat meski produknya tidak memiliki landasan medis.
Suara.com - Merek rokok Sehat Tentrem (ST) produksi PT Sehat Tentrem Jaya Lestari asal Jombang, Jawa Timur, kembali menjadi pusaran perbincangan publik.
Perhatian ini tidak lepas dari sosok sang pendiri, Moch. Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi, yang merupakan terpidana kasus kekerasan seksual dan dikabarkan mendapat pembebasan bersyarat jauh lebih cepat dari vonis awalnya.
Skandal Pencabulan dan Kebebasan
Mas Bechi, putra dari Kiai Muhammad Mukhtar Mukthi—pendiri Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Jombang—dijatuhi vonis tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya pada 2022. Ia terbukti bersalah atas kasus pencabulan terhadap santriwatinya, sebuah kasus yang pertama kali dilaporkan pada 2017 silam.
Penangkapan pria yang saat itu menjabat sebagai wakil rektor pesantren tersebut memicu kehebohan nasional pada Juli 2022. Kepolisian terpaksa mengerahkan nyaris 1.000 personel untuk mengepung area pesantren selama 15 jam. Buntut dari insiden ini, pemerintah sempat membekukan izin operasional pesantren.
Namun, Presiden Joko Widodo saat itu turun tangan membatalkan pencabutan izin dengan dalih bahwa kejahatan tersebut adalah murni tindakan individu, bukan kesalahan institusi.
Meski Pengadilan Tinggi telah menguatkan vonis tujuh tahun tersebut, Bechi diketahui telah menghirup udara bebas dari Lapas Kelas I Malang per 20 Agustus 2025. Ia hanya menjalani masa kurungan sekitar tiga tahun.
Keluarnya Bechi memicu kekecewaan luas, terutama dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) serta pihak korban yang mengaku sama sekali tidak menerima pemberitahuan resmi terkait pembebasan tersebut.
Gurita Bisnis Sehat Tentrem
Di luar kasus hukumnya, Bechi adalah pendiri pabrik rokok Sehat Tentrem yang awalnya dirintis dari dalam Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah. Pada mulanya, peredaran rokok ini dibalut dengan narasi gerakan dakwah keimanan dan kemanusiaan.
Pada kurun waktu 2016-2017, usaha ini bertransformasi menjadi perusahaan Sigaret Kretek Tangan (SKT) legal dengan jaringan distributor yang masif dan menyerap ribuan pekerja.
Perusahaan ini menawarkan berbagai varian seperti Sehat Tentrem, Matur Suwon, dan Raos Paling Eco, yang memadukan tembakau, cengkih, serta aneka rempah. Di kalangan simpatisan dan anggota Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), produk ini dikultuskan dan gencar dipasarkan dengan label "rokok obat".
Di media sosial, jejaring bisnis ini juga menuai sorotan tajam. Akun X (dahulu Twitter) @PartaiSocmed sempat mengungkap bahwa pabrik Sehat Tentrem merupakan salah satu pundi-pundi kekayaan tersisa yang membiayai gaya hidup Mas Bechi di tengah rentetan kontroversi yang menjeratnya.
\
Bantahan Medis atas Narasi "Rokok Obat"