Harga Sembako Hari Ini Serentak Naik, Cabai Rawit Tembus Rp104 Ribu!

Kamis, 24 September 2026 | 10:21 WIB
Ilustrasi cabai rawit; [Dok. Antara]
BACA 10 DETIK
  • Pada Kamis, 24 September 2026, harga kebutuhan pokok di seluruh pasar tradisional Indonesia mengalami kenaikan tajam.
  • Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia mencatat lonjakan tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit merah dan bawang merah.
  • Kenaikan harga pangan strategis ini berpotensi secara langsung memengaruhi pengeluaran harian serta daya beli masyarakat luas.

Suara.com - pada Kamis (24/9/2026), dinamika harga kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional seluruh Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang cukup tajam. Fenomena eskalasi nilai jual ini melanda hampir seluruh kelompok komoditas pangan strategis, yang secara langsung berpotensi memengaruhi pengeluaran harian dan daya beli masyarakat.

Berdasarkan data harian yang dihimpun secara resmi oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, yang dapat diakses oleh publik melalui portal bi.go.id/hargapangan pada pembaruan pukul 09.30 WIB, grafik pergerakan harga mayoritas bahan pokok menampilkan panah merah ke atas yang mengindikasikan kenaikan secara merata.

Lonjakan Ekstrem pada Komoditas Cabai dan Bawang

Kenaikan harga paling tinggi pada perdagangan pasar hari ini dipimpin oleh komoditas cabai rawit merah. Komoditas yang menjadi andalan bumbu dapur masyarakat Nusantara ini mencatatkan kenaikan sebesar 10,31 persen atau melonjak Rp9.800 per kilogram (kg) jika disandingkan dengan posisi harga pada hari sebelumnya.

Dengan eskalasi tersebut, harga eceran rata-rata nasional untuk cabai rawit merah meroket hingga menyentuh angka Rp104.850 per kg.

Tren serupa juga turut menjalar ke varian komoditas cabai lainnya. Cabai merah keriting terpantau mengalami apresiasi harga sebesar 3,88 persen atau setara dengan kenaikan senilai Rp6.100. Kondisi ini membuat harga jualnya terkerek naik menjadi Rp74.800 per kg di tingkat pedagang eceran.

Tidak hanya di kelompok cabai, bumbu dasar masakan seperti komoditas bawang juga tidak luput dari gelombang inflasi harga. Berikut adalah rincian pergerakan harga bawang di pasar tradisional:

  • Bawang Merah Ukuran Sedang: Mengalami lonjakan yang terbilang tajam sebesar 10,87 persen, sehingga harga jual rata-ratanya kini melompat ke posisi Rp41.300 per kg.
  • Bawang Putih Ukuran Sedang: Mencatatkan kenaikan harga yang sangat tipis sebesar 0,77 persen, membawa harganya merangkak perlahan ke level Rp39.400 per kg.

Meskipun mayoritas bumbu dapur merangkak naik, konsumen masih bisa menemukan sedikit ruang bernapas karena beberapa jenis cabai justru mengalami penurunan harga yang cukup dalam.

Harga cabai rawit hijau tercatat anjlok paling signifikan sebesar 11,33 persen menjadi Rp59.850 per kg. Sementara itu, varian cabai merah besar juga mengalami penyusutan nilai jual sebesar 3,64 persen, sehingga kini dibanderol pada level Rp55.600 per kg.

Beralih ke komoditas sumber karbohidrat utama, yakni beras, pemantauan data PIHPS Bank Indonesia memperlihatkan bahwa nyaris seluruh varian beras di pasar tradisional mengalami penyesuaian harga ke arah yang lebih tinggi. Satu-satunya anomali terjadi pada beras kualitas super I yang harganya stagnan dan kokoh bertahan di level Rp17.900 per kg tanpa mengalami perubahan sedikit pun.

Bagi masyarakat di kota-kota besar yang aktif memantau pengeluaran dapur bulanan, berikut adalah rincian pergerakan harga beras berdasarkan tingkat kualitasnya di pasar tradisional hari ini:

  • Beras Kualitas Bawah I: Mengalami peningkatan harga sebesar 5,03 persen menjadi Rp15.650 per kg.
  • Beras Kualitas Bawah II: Tercatat naik sebesar 3,74 persen, sehingga harga per kilogramnya mencapai angka Rp15.250.
  • Beras Kualitas Medium I: Mengalami apresiasi moderat sebesar 2,11 persen menuju level Rp16.950 per kg.
  • Beras Kualitas Medium II: Melonjak cukup terasa sebesar 4,88 persen menjadi Rp17.200 per kg.
  • Beras Kualitas Super II: Mengalami pergerakan naik sebesar 1,44 persen, menempatkannya pada harga jual Rp17.600 per kg.

Sektor kebutuhan harian lainnya seperti minyak goreng dan gula juga kompak menunjukkan grafik yang menanjak. Pada komoditas minyak goreng, seluruh varian di pasar tradisional tercatat mengalami kenaikan harga. Minyak goreng jenis curah naik 3,68 persen menjadi Rp21.150 per kg.

Untuk minyak goreng kemasan bermerek 1, harganya terkerek 5,75 persen hingga menyentuh Rp25.750 per kg. Adapun minyak goreng kemasan bermerek 2 ikut terimbas naik sebesar 4,04 persen menjadi Rp24.450 per kg.

Pergerakan linear juga terjadi pada komoditas pemanis buatan. Harga gula pasir kualitas premium naik tipis sebesar 0,25 persen menjadi Rp20.400 per kg. Di sisi lain, gula pasir jenis lokal mengalami lonjakan yang lebih signifikan, yakni 3,14 persen, membawanya ke level harga Rp19.700 per kg.

Komoditas sumber protein andalan keluarga seperti telur ayam ras segar juga tidak tertinggal dengan mencatatkan kenaikan yang teramat tipis sebesar 0,17 persen menjadi Rp30.100 per kg.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com