- Bitcoin menghadapi ujian resisten di kisaran harga sembilan puluh lima hingga sembilan puluh tujuh ribu dolar AS.
- ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus masuk dana sebesar satu koma tiga miliar dolar.
- Kenaikan pasar didorong oleh pembelian spot tanpa peningkatan leverage sehingga kondisinya dinilai sangat sehat.
Suara.com - Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tren pemulihan yang solid dengan berhasil menembus sejumlah basis harga penting (cost bases). Pemulihan ini dinilai cukup sehat karena tidak digerakkan oleh lonjakan leverage yang berisiko. Saat ini, pergerakan Bitcoin tengah bersiap menghadapi ujian berat berikutnya di zona resisten utama, yakni kisaran $95.000 hingga $97.000.
Berdasarkan dinamika pasar, selama fase pelemahan (bear market) belakangan ini, harga Bitcoin tercatat tidak pernah ditutup di bawah harga realisasinya (realized price).
Pengamat, Erna Lee dari Token Post memperkirakan, jika BTC mampu mempertahankan posisinya di atas rata-rata harga pasar sebenarnya (true market mean) di kisaran $77.000, maka titik terendah yang sempat terjadi pada bulan Juni lalu akan menjadi titik dasar pasar yang paling dangkal sejak tahun 2017.
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di atas level tersebut dan telah melampaui harga rata-rata yang dibayar oleh pemegang jangka pendek. Adapun pasokan terbesar dari pemegang jangka panjang terkonsentrasi di area $84.000 hingga $85.000.
Zona ini kini menjadi penopang harga di bawah level saat ini. Jika terjadi koreksi hingga menembus ke bawah $84.000, maka level $77.000 akan kembali menjadi fokus utama pasar.
Tantangan di Zona Resisten $95.000 - $97.000 Tantangan terbesar bagi laju bullish Bitcoin saat ini berada di sekitar harga $96.700, yang merupakan indikator rasio nilai pasar terhadap nilai realisasi rata-rata (mean market-value-to-realized-value).
Level krusial ini mencerminkan titik di mana rata-rata keuntungan investor kembali ke kondisi normal jangka panjang, sekaligus menjadi area titik impas (breakeven) bagi pembeli yang masuk ke pasar satu hingga dua tahun lalu.
Posisi pasar opsi (options) juga mengonfirmasi kuatnya dinding resisten di area tersebut. Data dari bursa Deribit menunjukkan pergerakan drastis dari para dealer opsi. Terjadi konsentrasi gamma positif di kisaran harga $95.000 yang dapat memperlambat laju kenaikan harga.
Sebaliknya, gamma negatif terpantau menumpuk di antara harga saat ini dan $92.000, yang berisiko memperbesar fluktuasi jika harga terkoreksi. Kombinasi faktor struktur pasar dan derivatif ini mengukuhkan area $95.000–$97.000 sebagai rintangan besar pertama dalam tren pemulihan Bitcoin.
Arus Modal Masuk dan Volume Spot Melonjak Di tengah kenaikan ini, aksi ambil untung (profit-taking) oleh investor terpantau masih sangat minim.
Volume keuntungan yang direalisasikan bersih per pekan masih jauh di bawah level puncak pasar yang terjadi pada 2024 maupun 2025.
Dari sisi investasi institusional, produk investasi Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat sukses mencatatkan arus dana masuk (inflow) gabungan sekitar USD 1,3 miliar dalam lima hari perdagangan terakhir.
Capaian harian terbarunya merupakan yang terbesar sejak awal Juli lalu, sekaligus membalikkan tren dana keluar (outflow) beruntun selama dua pekan sebelumnya.
Aktivitas di pasar spot juga mengalami lonjakan drastis. Volume perdagangan spot harian di berbagai bursa naik lebih dari dua kali lipat, atau sekitar 121 persen sejak menyentuh titik terendahnya pada bulan Agustus lalu.
Namun demikian, jika dilihat secara rata-rata tujuh harian, volume spot saat ini masih 30 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini mengindikasikan bahwa tren saat ini adalah murni pemulihan dari titik jenuh jual, bukan sebuah siklus kembalinya euforia berlebihan seperti tahun 2025.