BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB
Berton SP Panjaitan. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Helikopter Super Puma BNPB jatuh di Sungai Barito pada Minggu, 8 November 2026, saat menjalankan misi pemadaman karhutla.
  • BNPB bersama pihak berwenang memprioritaskan pencarian satu awak hilang, penyelamatan dua pilot, dan investigasi penyebab kecelakaan.
  • Pemerintah tetap melanjutkan operasi pemadaman karhutla melalui jalur darat serta memperketat evaluasi keselamatan penerbangan udara.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan pemadaman karhutla akan tetap dioptimalkan pasca kecelakaan helikopter Super Puma H-225 di Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Helikopter itu jatuh pada Minggu (8/11) siang saat melakukan operasi pengeboman air atau water bombing. 

Atas insiden tersebut, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan BNPB akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasi udara dalam penanganan Karhutla

"Kejadian ini tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk terus melakukan penanganan karutla. Operasi pemadaman tetap harus berjalan, tetapi harus dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan secara ketat," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Minggu (8/11/2026).

BNPB juga akan mengevaluasi kembali penempatan dan penugasan armada udara yang tersedia, memperkuat operasi pemadaman melalui jalur darat, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur yang terkait. 

Berton menambahkan, prioritas utama saat ini masih dilakukan operasi pencarian satu awak helikopter asal Indonesia yang masih hilang. Selain itu, pemulihan kesehatan dua pilot Australia yang selamat serta pengamanan bangkai helikopter di tepian sungai. 

"BNPB juga berkomitmen memfasilitasi investigasi resmi dari pihak berwenang guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan, agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," kata Berton.

Sebagai langkah tindak lanjut, BNPB melakukan evaluasi keselamatan operasi udara secara menyeluruh. Evaluasi tersebut meliputi kesiapan teknis armada, prosedur pengambilan air (water bombing), kelaikan awak pesawat, hingga faktor cuaca dan karakteristik lokasi. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com