Suahasil Umumkan Defisit APBN Rp 319 T per September 2026, Setara 1,24% PDB

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:37 WIB
Menkeu Suahasil Nazara saat konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengumumkan defisit APBN sebesar Rp 319,0 triliun dalam acara Investor Daily Summit 2026.
  • Pendapatan negara hingga akhir September tercatat mencapai Rp 2.341,5 triliun atau 74,2 persen dari target APBN.
  • Realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp 2.660,5 triliun, dengan rencana percepatan realisasi pada akhir tahun 2026.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengumumkan kalau defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 319,0 triliun atau setara 1,24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Bagi yang belum tahu, defisit APBN terjadi karena Belanja Negara lebih besar daripada Pendapatan Negara.

"Defisit APBN di angka Rp 319,6 triliun, dan defisit 1,24 persen PDB," katanya dalam acara Investor Daily Summit 2026 yang dipantau virtual, Kamis (8/10/2026).

Bendahara Negara mengatakan kalau Pemerintah memang merancang APBN untuk defisit, yang berarti Belanja Negara memang lebih tinggi daripada Pendapatan Negara yang sudah dikumpulkan.

"Memang APBN kita dari sejak awal didesain untuk defisit. Artinya kita didesain supaya belanja negara bisa lebih tinggi dari apa yang kita kumpulkan di masyarakat, pendapatan negara," imbuhnya.

Dalam paparannya, Pendapatan Negara tercatat sebesar Rp 2.341,5 triliun atau 74,2 persen dari target APBN 2025. Angka ini juga tumbuh 25,5 persen secara tahunan (year on year atau yoy).

"Akhir September itu adalah 3/4 tahun. Jadi kalau pendapatan negara sudah terkumpul 74 persen, artinya on track," lanjut dia.

Sementara itu Belanja Negara tercatat sebesar Rp 2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari total pagu APBN 2026. Angka ini tumbuh 19,0 persen yoy.

Meskipun baru 69,2 persen, Suahasil mengklaim kalau Belanja Negara juga relatif sesuai. Ia memastikan bakal ada percepatan belanja di akhir tahun 2026 mendatang.

"Belanja negara sudah dibelanjakan 2.660,5 triliun. Ini adalah 69%. Relatively on track. Tentu nanti akan ada percepatan belanja di terutama di bulan November dan di bulan Desember, tetapi 3/4 tahun belanja hampir 70%, ini artinya juga oke, on track," lanjutnya.

Selain pemasukan dan pengeluaran negara, Suahasil juga mengumumkan Keseimbangan Primer dengan surplus sebesar Rp 125,5 triliun per September 2026.

"APBN akan terus menjadi APBN yang menumbuhkan, APBN yang melindungi, dan APBN yang akan terus kredibel. Angka-angkanya kita jaga sehingga dapat dipercaya bahwa APBN ini adalah APBN yang mengumpulkan uang dari masyarakat, namun juga belanjanya ada kembali lagi kepada masyarakat Indonesia," tutup Suahasil.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com