IHSG Terjun Bebas, Danantara Akan Guyur Duit ke Bursa dan Incar Saham-saham Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 20:50 WIB
Danantara berencana mengguyur duit ke bursa dengan menyasar saham-saham milik BUMN. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Danantara berencana mengguyur duit ke bursa dengan menyasar saham-saham milik BUMN.
  • Kebijakan penambahan investasi tersebut dilakukan Danantara untuk memanfaatkan peluang pasar modal di tengah penurunan IHSG.
  • IHSG anjlok ke posisi 4.996,61 akibat ancaman MSCI mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia menjadi standalone market.

Suara.com - Danantara berencana menambah kepemilikan saham pada perusahaan pelat merah yang tercatat di bursa. Langkah tersebut akan diutamakan pada saham-saham yang dinilai memiliki fundamental baik.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria pada Senin (19/10/2026) menyatakan Danantara Investment akan mengambil peluang untuk menambah kepemilikan saham BUMN di tengah anjloknya IHSG usai munculnya ancaman dari MSCI akhir pekan lalu.

"Kalau bagus ya kita beli, terutama saham-saham BUMN kan, dan nanti akan menambah kepemilikannya. Kita akan cek terutama sekali saham-saham yang bagus, ya, yang fundamentalnya bagus," kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia menegaskan, penambahan kepemilikan saham tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas fundamental perusahaan.

Namun, Dony belum merinci perusahaan yang menjadi target maupun besaran investasi yang akan dialokasikan untuk pembelian saham tersebut.

Menurut dia, langkah Danantara menambah kepemilikan saham juga menjadi bagian dari upaya memanfaatkan peluang di pasar modal.

Sementara itu, terkait dengan kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami pelemahan hingga berada di bawah level 5.500, Dony menilai pergerakan tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar.

"Ya itu kan biasa dinamika, kan. Ya nanti kan pelan-pelan. Yang paling penting sebetulnya fundamental kita bagus," ujarnya.

Dony kembali menegaskan bahwa Danantara Investment akan menambah kepemilikan sahamnya di perusahaan BUMN.

"Nanti di Danantara investment akan menambah kepemilikannya," imbuhnya.

Sebelumnya diwartakan IHSG pada Senin sore ditutup melemah 188,50 poin atau 3,64 persen ke posisi 4.996,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 20,10 poin atau 3,95 persen ke posisi 488,46.

Anjloknya IHSG disebabkan oleh ancaman MSCI untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market ke level terendah, standalone market.

Dibuka melemah, IHSG betah teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus 4,57 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing turun sebesar 4,45 persen dan 4,09 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TMPO, PNSE, TIFA, TRUK, dan BSIM. Sedangkan saha-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BTEK, TAXI, HBAT, IDEA dan PACK.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,59 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,34 miliar lembar saham senilai Rp25,17 triliun. Sebanyak 103 saham naik 691 saham menurun, dan 169 tidak bergerak nilainya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com