- Berdasarkan riset, sebanyak 65 persen masyarakat memprioritaskan dana darurat tetapi hanya 30 persen yang menyiapkan dana hari tua.
- Bank Syariah Indonesia dan Prudential Syariah meluncurkan produk PRULite Protection Syariah.
- Produk asuransi jiwa ini menawarkan perlindungan risiko meninggal dunia serta Manfaat Dana Tahapan untuk perencanaan keuangan jangka menengah.
Suara.com - Riset terbaru mengungkapkan kalau masyarakat Indonesia belum terlalu melek untuk kesiapan finansial. Banyak yang memprioritaskan dana darurat, tapi belum sampai ke dana persiapan hari tua.
Berdasarkan laporan Indonesia Millenial and Gen Z Report 2025, sebanyak 65 persen responden mengaku sudah memprioritaskan dana darurat.
Namun dari total tersebut, hanya 30 persen responden yang berfokus pada dana persiapan hari tua dan perlindungan asuransi.
Berangkat dari sana, Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Prudential Syariah memperkenalkan PRULite Protection Syariah. Ini adalah produk asuransi jiwa tradisional dwiguna kombinasi berbasis syariah yang tersedia melalui kanal bancassurance BSI.
Chief Partnership Distribution Officer Prudential Syariah, Mayang Ekaputri mengungkapkan kalau produk ini dirancang bagi masyarakat usia produktif yang ingin memulai perencanaan keuangan jangka menengah dengan proses pengajuan yang mudah dan cepat.
"Bagi banyak orang, memiliki asuransi pertama merupakan langkah awal yang penting dalam membangun fondasi keuangan. Melalui PRULite Protection Syariah, kami menghadirkan perlindungan yang sederhana dan terjangkau, baik bagi mereka yang baru mengenal asuransi maupun yang ingin melengkapi aset yang telah dimiliki," katanya, dikutip Minggu (26/10/2026).
PRULite Protection Syariah mencakup perlindungan jiwa atas risiko meninggal dunia, risiko meninggal dunia akibat kecelakaan, serta risiko meninggal dunia akibat kecelakaan dalam periode musim libur lebaran.
Selain itu terdapat Manfaat Dana Tahapan yang dibayarkan secara berkala selama Masa Kepesertaan serta Manfaat Akhir Kepesertaan untuk mendukung berbagai rencana keuangan jangka menengah.
Kemudian ada masa pembayaran kontribusi yang relatif singkat dengan nilai terjangkau selama 6 tahun untuk masa pembayaran kontribusi, dengan masa perlindungan selama 15 tahun mulai dari Rp 1 juta per triwulan atau 3 bulan.
Layanan ini juga menyediakan kemudahan pengajuan asuransi melalui proses underwriting tanpa membutuhkan pemeriksaan kesehatan maupun tanpa pernyataan kesehatan, namun dengan tetap harus memenuhi persyaratan administratif.
"Dengan manfaat yang terencana, produk ini juga mendukung perencanaan keuangan jangka menengah. Kami ingin setiap janji untuk diri sendiri dan keluarga tercinta dapat terwujud, sejalan dengan semangat Janji, Jadi Nyata," jelas Mayang.