Pemerintah Siapkan Rp 1,28 T untuk Program Rekening Massal, Targetkan 25 Juta Penerima

Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:45 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
BACA 10 DETIK
  • Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening bagi 25 juta masyarakat.
  • BRI dan BSI ditunjuk sebagai bank penyalur yang memberikan saldo awal Rp 50.000 untuk setiap rekening penerima.
  • Program ini bertujuan mendorong efektivitas penyaluran bantuan serta meningkatkan inklusivitas keuangan Indonesia hingga mendekati 99 persen.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kalau Pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening.

Menko Perekonomian menyebut program rekening massal akan menyasar 25 juta orang yang berusia di atas 17 tahun dalam kelompok desil 1-4. Airlangga menyebut kalau program ini juga membuat inklusivitas keuangan Indonesia mendekati 99 persen dari yang awalnya 93 persen.

"Menindaklanjuti Bapak Presiden, kami siapkan program satu orang satu rekening dan dengan program satu orang satu rekening ini inklusivitas keuangan kita mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 menjadi 99 persen," katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), dikutip Minggu (25/10/2026).

Menko Airlangga memaparkan kalau 25 juta penerima rekening massal ini berasal dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Nantinya Pemerintah akan menyiapkan saldo awal Rp 50.000 untuk setiap rekening. Airlangga menyebut Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) akan menjadi mitra bank penyalur program tersebut.

"Nah ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening," jelasnya.

Lebih lanjut Airlangga mengungkapkan kalau Pemerintah juga memiliki program Rekening Pelajar sebagai pendorong inklusi keuangan di Indonesia. Program ini sudah diikuti 59,18 juta pelajar dengan anggaran Rp 27 triliun.

"Nah peningkatan inklusi juga dimulai sejak dini tadi disampaikan, rekening pelajar itu sudah diikuti oleh 59,18 juta pelajar dengan dananya tabungan Rp 27 triliun," jelasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com