- Danantara menyuntikkan dana Rp18 triliun untuk meredam tekanan jual IHSG akibat wacana MSCI hingga 2026.
- CIO Danantara Pandu Sjahrir mengonfirmasi akumulasi saham menyasar emiten berprospek kokoh saat koreksi pasar terjadi.
- Danantara mengelola 39 portofolio emiten dan berencana mengakuisisi saham Bursa Efek Indonesia melalui rights issue.
Di pasar sekunder, Danantara secara agresif mengoleksi saham-saham perbankan jumbo serta emiten energi seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Selain emiten pelat merah, Danantara juga mencermati saham swasta berkapitalisasi besar seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) guna menjaga stabilitas pergerakan indeks komposit.
Rencana Akuisisi Saham BEI dan Ekosistem Energi Hijau
Di luar transaksi pasar modal reguler, Danantara tengah menyiapkan manuver strategis berskala besar. Lembaga ini sedang melakukan proses uji tuntas (due diligence) terkait rencana pengambilalihan sekitar 40,12 persen saham Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penambahan modal (rights issue) dalam rangka proses demutualisasi bursa. Aksi korporasi ini masih menunggu penerbitan regulasi final dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pada saat bersamaan, Danantara juga mengarahkan fokus investasinya untuk mendukung percepatan transisi energi dan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle).
Langkah ini diwujudkan melalui keterlibatan pada proyek-proyek energi terbarukan dan industri hilirisasi nikel, yang turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham-saham terkait seperti TOBA, TPIA, INCO, hingga MBMA.