- Corporate Secretary ANTM, Wisnu Danandi Haryanto, menyatakan rencana buyback saham masih dikaji.
- ANTAM mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp62,71 triliun dan laba Rp6,91 triliun pada Semester I 2026.
- Keputusan buyback saham dipertimbangkan secara terukur untuk mendukung operasional, pengembangan usaha, dan hilirisasi nasional.
Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengungkapakan rencana aksi korporasi pembelian kembali saham atau buyback masih dalam tahan kajian dan belum menjadi keputusan final.
Corporate Secretary ANTAM, Wisnu Danandi Haryanto, mengatakan perusahaan terus mencermati dinamika pasar modal dan mengevaluasi berbagai opsi strategis untuk merespons kondisi pasar, termasuk kemungkinan pelaksanaan buyback sebagai bagian dari optimalisasi struktur modal.
Evaluasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kondisi pasar, fundamental dan kemampuan keuangan perusahaan, hingga prioritas kebutuhan pendanaan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha.
Evaluasi tersebut dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kokohnya fundamental dan kemampuan keuangan perusahaan, serta prioritas kebutuhan pendanaan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha, terutama dalam mensukseskan agenda hilirisasi nasional.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil tetap sejalan dengan penguatan fundamental perusahaan, selaras dengan kepentingan nasional, serta mendorong penciptaan nilai yang maksimal bagi pemegang saham dalam jangka panjang," ujarnya di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Di tengah kajian rencana buyback, ANTM mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan pada Semester I 2026. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp62,71 triliun, meningkat 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp59,02 triliun.
Sementara itu, laba periode berjalan ANTM mencapai Rp6,91 triliun, tumbuh 34 persen dibandingkan Semester I 2025 yang sebesar Rp5,14 triliun.
Wisnu menuturkan, pertumbuhan tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk melanjutkan pengembangan bisnis dan menjaga kepercayaan pemegang saham.
"Kinerja ini menjadi modal strategis bagi ANTM untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis, menjaga ketahanan industri nasional, dan menjaga kepercayaan pemegang saham. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan potensi bisnis yang dimiliki serta memastikan tata kelola perusahaan berjalan dengan baik, terukur dan bertanggung jawab," bebernya.
Sebagai informasi, ANTM mengelola portofolio bisnis emas, nikel, dan bauksit. Perusahaan menyatakan akan berfokus pada optimalisasi operasional bernilai tambah tinggi serta pengembangan usaha berkelanjutan untuk memperkuat daya saing industri pertambangan Indonesia.