- Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik ke level 5.439,26 pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026.
- Lonjakan harga minyak mentah global akibat konflik Timur Tengah berhasil mendorong penguatan saham sektor energi dalam negeri.
- Seluruh sebelas sektor saham domestik kompak mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan total nilai transaksi mencapai Rp16,2 triliun.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren positif dengan menguat selama empat hari berturut-turut pada penutupan perdagangan pekan ini. Pada sesi perdagangan Jumat (23/10/2026), indeks ditutup naik 0,95 persen atau bertambah ke level 5.439,26.
Performa solid IHSG ini terjadi di tengah aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang mencatatkan nilai sebesar Rp1,6 triliun.
Penguatan indeks terutama ditopang oleh apresiasi harga saham-saham dari kelompok usaha Sinarmas. Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 9,45 persen, sementara saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turut menguat 6,16 persen.
Sektor energi menjadi salah satu penggerak utama IHSG seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasar global akibat meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran atas gangguan rantai pasok.
Harga minyak mentah jenis Brent tercatat melambung 4 persen ke posisi 113,17 dolar AS per barel, sedangkan varian West Texas Intermediate (WTI) menyentuh level 99,47 dolar AS per barel.
Sentimen positif ini mendorong kenaikan sejumlah emiten berbasis energi:
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 2,06 persen ke level Rp1.480.
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melonjak 7,97 persen menjadi Rp880.
- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menguat 5,55 persen ke area Rp2.660.
Dari industri distribusi energi, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menanjak 5,30 persen ke posisi Rp1.390. Kenaikan harga saham AKRA sejalan dengan rilis kinerja keuangan hingga September 2026, di mana perseroan membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 34 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp2,21 triliun.
Capaian tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan sebesar 43,64 persen YoY yang mencapai Rp46,53 triliun.
Seluruh Sektor Kompak di Zona Hijau
Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh atau 11 sektor saham dalam negeri kompak mengakhiri perdagangan di zona hijau. Sektor barang konsumen non-primer memimpin penguatan dengan kenaikan 3,13 persen, disusul sektor industri yang menguat 3,12 persen, dan sektor energi yang naik 2,48 persen.
Data dari Stockbit mencatat frekuensi transaksi saham domestik mencapai 1,82 juta kali, dengan total volume saham yang diperdagangkan mencapai 43,99 miliar lembar saham dan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp16,2 triliun. Sebanyak 477 saham mencatatkan kenaikan, 187 saham melemah, dan 129 saham ditutup stagnan.
Jajaran top gainers harian dipimpin oleh saham WMUU yang melonjak 33,33 persen, disusul oleh FAST, PTSP, dan TOBA yang masing-masing melesat 25 persen. Sebaliknya, posisi top losers ditempati oleh BTEK yang terkoreksi 8,33 persen, BUKK melemah 6,94 persen, dan LINK yang turun 6,93 persen.
Penguatan IHSG juga sejalan dengan mayoritas bursa di kawasan Asia. Indeks Shanghai Composite tercatat menguat 0,89 persen ke 3.690,48, Hang Seng Hong Kong naik 0,69 persen ke 23.093,37, dan Straits Times Singapura bertambah 0,13 persen ke 5.422,16. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Tokyo bergerak kontraksional dengan melemah 0,34 persen ke posisi 62.693,16.