Mantan Pejabat BUMN Bandingkan Saham Bayan yang Dihibahkan ke Asing dan Dibeli Haji Isam

Senin, 26 Oktober 2026 | 08:53 WIB
Lokasi tambang batu bara milik Bayan Resources. Foto ist.
BACA 10 DETIK
  • Said Didu membandingkan hibah 22% saham BYAN kepada anak Low Tuck Kwong dengan pembelian Haji Isam.
  • Ia menilai harga saham privat tak bisa langsung dibandingkan dengan harga pasar bursa.
  • Said Didu menyoroti konteks pengendalian Bayan dalam transaksi saham Low dan Haji Isam.

Menurut Said Didu, pembelian saham tersebut perlu dilihat dalam konteks posisi pengendali perusahaan. Ia menilai, tambahan kepemilikan dapat berkaitan dengan upaya mempertahankan kendali Bayan setelah Haji Isam mengakuisisi 30,25% saham.

“Karena Haji Isam yang paling banyak sahamnya,” ujarnya.

Ia berpandangan, transaksi yang berkaitan dengan penentuan pengendali perusahaan dapat memiliki pertimbangan berbeda dari perdagangan saham biasa. Oleh sebab itu, menurutnya, publik perlu memahami konteks transaksi sebelum membandingkan harga saham yang berbeda.

“Ini menurut saya memang kita ini dibikin kacau semua. Karena variabelnya berbeda,” kata Said Didu.

“Yang saya pertanyakan itu kenapa orang menghibahkan sahamnya ke asing, Anda diam? Kenapa ada orang membeli saham di Indonesia, Anda marah? Itu sangat prinsip,” ujarnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com