Pendapatan BUMI Diproyeksi Tembus US$1,62 Miliar di 2026, Ini Pendorongnya

Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:38 WIB
PT BUMI Resources Tbk [Suara.com/HD-AI]
BACA 10 DETIK
  • PT Bumi Resources Tbk mencatat kenaikan pendapatan dan laba bersih signifikan pada paruh pertama tahun ini.
  • Phintraco Sekuritas memproyeksikan pendapatan BUMI mencapai 1,62 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2026 mendatang.
  • Perusahaan memperluas portofolio bisnis melalui akuisisi saham Loyal Metals untuk mengurangi ketergantungan pada sektor batu bara.

Suara.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan pada paruh pertama tahun ini yang ditopang oleh kenaikan volume produksi batu bara serta akselerasi diversifikasi ke sektor mineral strategis. Phintraco Sekuritas memproyeksikan pendapatan emiten batu bara milik Grup Bakrie dan Salim ini akan mencapai 1,62 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2026 (FY26F).

Dalam riset yang dipublikasikan pada Minggu (25/10/2026), Phintraco Sekuritas mencatat pendapatan BUMI meningkat 27,2 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi 858 juta dolar AS.

Capaian tersebut memenuhi 51 persen dari total estimasi pendapatan BUMI untuk FY26F. Di saat bersamaan, laba bersih perseroan melonjak 188,4 persen secara tahunan menjadi 59 juta dolar AS.

Kenaikan kinerja ini didorong oleh peningkatkan volume produksi dan penjualan batu bara, penguatan harga jual rata-rata (Average Selling Price), serta peningkatan kontribusi entitas usaha patungan (joint venture), di tengah kenaikan beban operasional dan penurunan pendapatan dari segmen emas.

Akselerasi Diversifikasi ke Sektor Mineral

Di luar bisnis batu bara yang mengelola sumber daya mencapai 9,3 miliar ton melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Arutmin Indonesia, dan PT Pendopo Energi Batubara (PEB), BUMI terus memperluas portofolio pada sektor mineral non-batu bara.

Ekspansi dilakukan melalui anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), serta penuntasan akuisisi 100 persen saham Loyal Metals senilai 79,07 juta dolar Australia. Langkah ini memperluas aset BUMI pada komoditas tembaga, emas, dan litium di Australia guna mengurangi ketergantungan pendapatan dari sektor batu bara.

Phintraco Sekuritas memperkirakan tren pertumbuhan BUMI akan berlanjut dalam beberapa tahun mendatang:

  1. Pendapatan: Diproyeksikan tumbuh 13,4 persen YoY menjadi 1,62 miliar dolar AS pada FY26F, dan meningkat menjadi 2,32 miliar dolar AS pada FY28F.
  2. Laba Bersih: Diperkirakan naik dari 113,4 juta dolar AS pada FY26F menjadi 187,7 juta dolar AS pada FY28F, dengan margin laba bersih (Net Profit Margin) menguat dari 7,0 persen menjadi 8,1 persen.
  3. Target Operasional: Volume penjualan batu bara dipatok pada rentang 82 juta hingga 84 juta ton untuk tahun 2026.

"Pengembangan aset mineral dan target penjualan batu bara sebesar 82–84 juta ton pada tahun 2026 diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan pendapatan serta memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang BUMI," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Phintraco Sekuritas memberi catatan mengenai sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi kinerja BUMI, di antaranya penurunan permintaan batu bara global, dinamika geopolitik yang menaikkan biaya bahan bakar, serta penyesuaian regulasi terkait kuota produksi pertambangan (RKAB) dan kebijakan ekspor.

Pada perdagangan Jumat (23/10/2026), saham BUMI ditutup menguat 0,72 persen atau naik Rp1,00 ke level Rp140 per lembar saham. Saham BUMI dibuka di posisi Rp139 dan bergerak pada rentang harga Rp138 hingga Rp143 sepanjang hari perdagangan.

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai kinerja keuangan emiten, analisis sekuritas, dan indikator pasar modal. Seluruh data angka, proyeksi riset, serta rincian transaksi disadur secara presisi dari rilis resmi Phintraco Sekuritas dan data Bursa Efek Indonesia. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk melakukan transaksi jual-beli saham.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com