Vietjet Gandeng Airbus Perkuat Rantai Pasok dan Perawatan Pesawat

Senin, 26 Oktober 2026 | 08:58 WIB
Pesawat VietJet Air (Dok. Istimewa)
BACA 10 DETIK
  • Vietjet dan Satair memperkuat rantai pasok serta perawatan armada pesawat.
  • Kerja sama mencakup efisiensi biaya, digitalisasi, dan logistik komponen pesawat.
  • Penguatan operasional mendukung ekspansi jaringan Vietjet, termasuk rute dari Indonesia.

Suara.com - Maskapai asal Vietnam, Vietjet, menggandeng Satair, perusahaan bagian dari Airbus Services, untuk memperkuat rantai pasok penerbangan dan efisiensi perawatan pesawat. Kerja sama ini dilakukan di tengah ekspansi armada dan perluasan jaringan internasional Vietjet.

Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam Vietnam–Denmark Business Forum di Kopenhagen, Denmark. Kesepakatan tersebut disaksikan Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden Vietnam To Lam dan Raja Denmark Frederik X, bersama pejabat senior kedua negara.

Melalui kemitraan ini, Vietjet akan menjajaki pengembangan layanan material pesawat, optimalisasi digital, hingga solusi pengelolaan komponen sepanjang siklus hidup pesawat. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan rantai pasok agar operasional maskapai tetap terjaga seiring pertumbuhan bisnisnya.

Salah satu fokus kerja sama adalah memperluas program Integrated Material Services (IMS), yang selama ini mendukung pertumbuhan armada Airbus Vietjet. Program tersebut mencakup pengadaan material, perencanaan kebutuhan, ketersediaan komponen, serta penempatan persediaan agar sesuai dengan kebutuhan operasional maskapai.

Kedua perusahaan juga akan mengevaluasi dukungan logistik dan material untuk pengembangan Bandara Internasional Long Thanh di Vietnam. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi bagian penting dalam pengembangan operasional penerbangan negara itu.

Selain itu, Vietjet dan Satair akan menjajaki penggunaan komponen pesawat bekas yang masih layak pakai (Used Serviceable Material/USM), layanan perbaikan dan pertukaran komponen, serta pengelolaan kelebihan inventaris. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya perawatan sekaligus mendukung keberlanjutan rantai pasok.

Aspek digital turut menjadi agenda kerja sama. Kedua perusahaan berencana memanfaatkan analisis data, integrasi informasi, dan perencanaan kebutuhan berbasis prediksi untuk meningkatkan visibilitas ketersediaan material dan mengoptimalkan proses perawatan armada.

Dukungan terhadap pesawat yang tidak dapat beroperasi atau Aircraft-on-Ground (AOG) juga menjadi perhatian. Penguatan stok komponen regional dan koordinasi logistik darurat diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan gangguan operasional pesawat.

Chief Executive Officer Satair Richard Stoddart mengatakan, kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kemitraan kedua perusahaan. Satair berharap dapat mendukung pertumbuhan armada Vietjet melalui solusi rantai pasok yang terukur, berkelanjutan, dan berbasis data.

Sementara itu, Chief Executive Officer Vietjet Nguyen Thanh Son menilai rantai pasok yang efisien menjadi fondasi penting bagi pengembangan armada dan perluasan jaringan internasional. Kemitraan ini juga diharapkan meningkatkan efisiensi operasional dan perawatan pesawat serta memperkuat kemampuan teknis tenaga kerja lokal Vietnam.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com