Bajo Sangkuang, Kampung Nelayan yang Mengapung di Perairan Halmahera Selatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Foto udara permukiman warga Suku Bajo di Perkampungan Bajo Sangkuang, Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (25/10/2026). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/hma]
Seorang anak Suku Bajo melompat ke laut di Perkampungan Bajo Sangkuang, Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (25/10/2026). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/hma]
Foto udara permukiman warga Suku Bajo di Perkampungan Bajo Sangkuang, Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (25/10/2026). [ANTARA FOTO/Andri Saputra/hma]

Suara.com - Foto udara permukiman warga Suku Bajo di Perkampungan Bajo Sangkuang, Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (25/10/2026).

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mencatat jumlah penduduk warga Suku Bajo di wilayah tersebut mencapai sekitar 1.750 dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan.

Selain mengandalkan hasil laut, kehidupan masyarakat Bajo Sangkuang sangat dekat dengan wilayah pesisir. Perkampungan ini juga dikenal sebagai desa wisata dengan sebagian permukiman berada di atas perairan dan menjadi bagian dari daya tarik wisata Pulau Bacan. detikTravel

Aktivitas warga juga didukung transportasi laut yang menjadi penghubung antarpulau. Kapal cepat menjadi salah satu sarana utama warga di Kepulauan Botang Lomang untuk mobilitas sekaligus mengangkut logistik. [ANTARA FOTO/Andri Saputra/hma]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com