- IHSG turun 1,05% ke 5.382,18 pada Senin pukul 11.37 WIB.
- Dasco mendorong Indonesia membuat dan menentukan rating bursa sendiri.
- MSCI akan memutuskan klasifikasi pasar Indonesia paling lambat 30 Juni 2027.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1% pada perdagangan Senin (26/10/2026), di tengah sorotan terhadap rencana Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad untuk membuat dan menentukan rating pasar modal Indonesia sendiri di tengah ancaman penurunan status oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Berdasarkan data Google Finance, Senin (26/10/2026), IHSG berada di level 5.382,18 pada pukul 11.37 WIB, turun 57,08 poin atau 1,05% dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.439,26. Indeks sempat menyentuh level terendah 5.349,75, sementara level tertinggi intraday tercatat di 5.453,65.
Pelemahan tersebut terjadi ketika pasar modal Indonesia menghadapi ketidakpastian terkait evaluasi MSCI yang berpotensi mengubah klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Di tengah tekanan tersebut, Dasco menyatakan keyakinannya terhadap fundamental pasar modal Indonesia. Dia mendorong pelaku pasar untuk bersatu agar Indonesia dapat menentukan penilaian terhadap pasarnya sendiri.
"Di Bursa kita, bersama akan kita buat dan tentukan rating kita sendiri," ujar Dasco melalui unggahan media sosial Instagram, dikutip Senin (26/10/2026).
Dia juga menyerukan kekompakan seluruh pelaku pasar modal dalam menghadapi tantangan global.
"Kita bersatu, bergerak dan berjuang. Menuju Bangsa Pemenang!," tutupnya.
Namun, rencana menentukan rating sendiri belum menjawab persoalan utama yang menjadi perhatian MSCI, yakni tingkat investabilitas saham Indonesia. Isu tersebut mencakup transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi.
MSCI sebelumnya membuka konsultasi pasar terkait proposal reklasifikasi Indonesia. Perubahan status menjadi Standalone Market berisiko mengurangi keterlibatan saham Indonesia dalam indeks acuan global yang digunakan investor internasional untuk menentukan alokasi investasinya.
Keputusan final mengenai klasifikasi pasar Indonesia dijadwalkan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027. Selama periode konsultasi, MSCI juga membuka kemungkinan menyampaikan pembaruan sementara berdasarkan masukan pelaku pasar.