KBRI Amman Siaga Pantau WNI usai Insiden Berdarah di Gereja Karak Yordania

Senin, 26 Oktober 2026 | 11:44 WIB
Indonesia mengecam keras serangan teror brutal di gereja Yordania yang tewaskan delapan orang. (Antara)
BACA 10 DETIK
  • Indonesia mengecam keras serangan teror gereja di Karak Yordania.

  • Raja Abdullah II bersumpah menghajar pelaku teror dengan tangan besi.

  • KBRI Amman memastikan keselamatan seluruh WNI pasca insiden berdarah.

Suara.com - Pemerintah Indonesia melayangkan kecaman paling keras atas tragedi penembakan mematikan yang mengguncang sebuah rumah ibadah di Provinsi Karak, Yordania, pekan lalu. Langkah diplomatik ini diambil sebagai wujud nyata solidaritas mendalam bagi Raja Abdullah II beserta seluruh rakyat Yordania dalam menghadapi situasi kritis.

Insiden berdarah ini memantik perhatian global karena terjadi secara tiba-tiba di tengah suasana duka upacara pemakaman warga setempat.

“Indonesia mengecam keras serangan bersenjata brutal yang terjadi di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, Yordania, pada 23 Oktober 2026, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka,” menurut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui media sosial, di Jakarta, Senin.

Gelombang simpati dan duka cita turut dialirkan kepada keluarga korban tewas serta para penyintas yang kini tengah berjuang memulihkan diri dari luka-luka. Negara menegaskan dukungannya secara utuh terhadap setiap langkah penegakan hukum yang diambil otoritas setempat demi memulihkan stabilitas nasional.

Aksi teror keji tersebut mendadak meletus ketika jemaat berkumpul untuk melayat di desa Hamoud, wilayah kegubernuran Karak bagian selatan.

Dua pelaku bersenjata nekat memberondongkan tembakan tanpa henti selama lima menit penuh ke arah ratusan pelayat yang memadati area rumah ibadah.

Teror brutal ini merenggut nyawa delapan orang tak bersalah dan melukai 27 korban lainnya di tengah kerumunan yang mencapai dua ratus orang.

Menteri Dalam Negeri Mazin Al Farrayeh dengan tegas menyebut aksi biadab ini didalangi oleh kelompok ekstremis yang sengaja merusak keamanan nasional.

Raja Abdullah II langsung mengeluarkan peringatan keras dan berjanji membalas serangan tersebut dengan tangan besi tanpa ampun.

"Setiap nyawa orang Yordania berharga dan kami akan menghajar dengan tangan besi siapa pun yang berani mengancam negara kami," ujar Raja Abdullah II.

Menanggapi eskalasi keamanan ini, perwakilan diplomatik RI di Amman langsung bergerak cepat menyisir data guna memastikan keselamatan seluruh diaspora.

“Langkah tersebut guna memastikan keselamatan dan keamanan seluruh warga negara Indonesia di Yordania,” demikian Kemlu RI melalui pernyataannya.

Koordinasi intensif terus dijalin bersama aparat penegak hukum setempat agar situasi darurat ini dapat dikendalikan sepenuhnya tanpa menimbulkan korban susulan.

Tragedi penembakan di rumah ibadah ini menambah daftar panjang tantangan keamanan regional yang menuntut respons kolektif dunia internasional.

Pemerintah Yordania kini memperketat penjagaan di berbagai titik vital guna mencegah bangkitnya sel-sel terorisme serupa di masa mendatang.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com