Rencana Ekspor Listrik ke Singapura Dikaji Ulang, Bahlil Soroti Kebutuhan Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:54 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Achmad Fauzi].
BACA 10 DETIK
  • Menteri Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mengkaji ulang rencana ekspor listrik hijau ke Singapura di Jakarta, Senin (26/10/2026).
  • Peninjauan kembali dilakukan karena tingginya kebutuhan listrik dalam negeri untuk operasional pusat data sebesar 20 gigawatt.
  • Pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan pasokan listrik domestik terlebih dahulu sehingga ekspor tidak terlaksana dalam waktu dekat.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengaku bakal mengkaji ulang rencana ekspor listrik hijau ke Singapura. 

Pertimbangan itu muncul menyusul keputusan pemerintah yang sebelumnya telah memangkas volume ekspor gas ke negara tetangga tersebut.

Bahlil pun menyebut, peninjauan kembali dilakukan guna memastikan kebutuhan dalam negeri. Oleh karenanya ditegaskannya ekspor listrik ke Singapura tidak terjadi dalam waktu dekat. 

"Dan kita sampai dengan hari ini masih melakukan kajian untuk tahapan proses ekspor listrik ke negara lain. Karena kita masih butuhkan listrik banyak di negara kita, jadi mungkin belum dalam waktu dekat kan ya. Tapi semuanya akan kita kaji lagi, kita hitung-hitung, kita timbang-timbang-lah," jelas Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (26/10/2026). 

Namun, Bahlil menyebut, rencana ekspor tersebut dapat tetap terlaksana, tergantung dengan sikap negara tetangga itu. 

"Tergantung kelakuan, baik atau tidak, ya," katanya. 

Ilustrasi listrik. [Shutterstock]

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan listrik di dalam negeri saat ini sangat tinggi. Salah satunya untuk menopang operasional pusat data atau data center yang memerlukan pasokan hingga 20 gigawatt (GW).  Karenanya, Bahlil menegaskan akan mengutamakan kebutuhan dalam negeri. 

"Market apaan? Kita kan lagi butuh. Data center kita butuh 20 gigawatt. Kurang market apa kita? Saya tetap akan memprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri dulu," tegasnya. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com