- Medco punya dua kontrak gas ke Singapura yang berakhir pada 2028.
- Kontrak Medco mencakup 2.888 TBTU dan 105 TBTU gas.
- Bahlil memangkas ekspor 31 BBTUD demi kebutuhan energi domestik.
Suara.com - Pemangkasan ekspor gas bumi ke Singapura membuka sorotan terhadap perusahaan migas Indonesia yang selama ini memasok kebutuhan energi negara tetangga tersebut. Salah satunya PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), yang memiliki kontrak penjualan gas dari Laut Natuna hingga 2028 berdasarkan dokumen perusahaan.
Pemerintah mulai mengurangi ekspor gas melalui pipa ke Singapura sejak Sabtu (24/10/2026). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pemangkasan mencapai 31 billion British thermal units per day (BBTUD), sekitar 8% dari total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura yang mencapai 409,55 BBTUD.
Pengurangan itu terdiri atas 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatra. Pemerintah mengalihkan pasokan tersebut untuk memenuhi kebutuhan gas domestik, terutama pembangkit listrik di Batam dan wilayah Sumatra.
Bahlil menegaskan, kebijakan tersebut masih berada dalam batas minimum pasokan yang diatur dalam kontrak. Menurutnya, pemerintah tetap menghormati perjanjian komersial dengan pembeli di Singapura.
Medco Energi menjadi salah satu perusahaan yang memiliki rekam jejak panjang dalam memasok gas ke Singapura melalui aset South Natuna Sea Block B.
Berdasarkan Fact Book Medco Energi, perusahaan memiliki dua perjanjian penjualan gas dengan SembGas Singapore. Kontrak pertama ditandatangani pada 15 Januari 1999 dengan total kuantitas kontrak 2.888 triliun British thermal units (TBTU). Perjanjian tersebut dijadwalkan berakhir pada 15 Juli 2028.
Kontrak kedua ditandatangani pada 5 Juni 2023, dengan total kuantitas 105 TBTU dan volume kontrak harian 40–80 BBTUD. Perjanjian ini dijadwalkan berakhir pada 15 Oktober 2028.
Dengan demikian, kedua perjanjian tersebut menunjukkan bahwa pasokan gas dari Natuna ke Singapura telah menjadi bagian dari bisnis Medco selama puluhan tahun. Namun, angka dalam kontrak merupakan komitmen kuantitas, bukan bukti volume aktual yang dikirim setiap hari.
Selain gas dari Natuna, ekspor Indonesia ke Singapura juga berasal dari Sumatra. Pasokan dari kedua wilayah tersebut disalurkan melalui jaringan pipa yang terhubung langsung ke negara kota itu.
Gas dari Natuna dikirim melalui jaringan West Natuna Transportation System menuju fasilitas penerimaan yang dioperasikan Sembcorp Gas. Sementara itu, pasokan dari Sumatra disalurkan kepada pembeli Singapura melalui jaringan pipa yang terhubung dengan sistem Transportasi Gas Indonesia (TGI).
Untuk jalur Sumatra, pemerintah kini mengurangi pasokan sebesar 16 BBTUD. Gas tersebut dialihkan untuk kebutuhan listrik di Batam, Bintan, dan Sumatra. Sementara itu, pengurangan dari Natuna mencapai 15 BBTUD dan dialihkan ke PLN Batam.