- Asing net sell Rp172,09 miliar pada perdagangan sesi I.
- BMRI memimpin net foreign sell Rp168,81 miliar, disusul TLKM dan BBRI.
- BBCA menjadi incaran asing dengan net foreign buy Rp491,16 miliar.
Suara.com - Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia pada perdagangan Rabu (28/10/2026) sesi I. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi sasaran pelepasan, dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin daftar net foreign sell.
Berdasarkan data Foreign Activity MNC Sekuritas per sesi I, nilai penjualan bersih investor asing mencapai Rp172,09 miliar. Angka tersebut berasal dari nilai pembelian saham sebesar Rp2,66 triliun, berhadapan dengan nilai penjualan yang mencapai Rp2,83 triliun.
BMRI menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing, dengan nilai jual bersih mencapai Rp168,81 miliar. Volume penjualan bersih tercatat sebanyak 44,49 juta saham.
Tekanan jual juga menyasar saham perbankan pelat merah lainnya. PT Bank Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan net foreign sell Rp116,25 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp83,38 miliar dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp56,22 miliar.
Aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar tersebut menunjukkan bahwa minat investor asing belum sepenuhnya pulih. Namun, data transaksi satu sesi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa investor asing secara keseluruhan meninggalkan pasar saham Indonesia.
BBCA Justru Diborong Asing
Di tengah tekanan jual, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru menjadi incaran utama investor asing. Saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut mencatatkan pembelian bersih senilai Rp491,16 miliar, dengan volume bersih mencapai 97,40 juta saham.
Posisi berikutnya ditempati PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan net foreign buy Rp28,67 miliar, disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp24,19 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp22,90 miliar.
Investor asing juga membukukan pembelian bersih pada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebesar Rp18,16 miliar dan PT Petrosea Tbk (PTRO) sebesar Rp12,28 miliar.
Perbedaan arah transaksi antara BBCA dan bank-bank pelat merah memperlihatkan bahwa aksi investor asing tidak terjadi secara merata di seluruh saham sektor keuangan.
Saham Tambang Masih Dilirik
Selain saham BBCA, sejumlah saham pertambangan dan energi juga masuk dalam daftar pembelian bersih asing. Di antaranya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp9,11 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp5,73 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp3,25 miliar.
Di sisi lain, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan penjualan bersih asing Rp30,05 miliar. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga mengalami penjualan bersih Rp24,87 miliar, sedangkan PT Timah Tbk (TINS) mencapai Rp24,21 miliar.
Aktivitas tersebut menunjukkan adanya perbedaan preferensi investor asing di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak. Sebagian saham tetap diburu, sementara saham lainnya menghadapi tekanan jual.
Secara keseluruhan, transaksi sesi I berakhir dengan posisi jual bersih asing Rp172,09 miliar.
(Disclaimer): Berita ini tidak bertindak sebagai ajakan, saran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.