- IHSG dibuka melemah ke level 5.249 dan turun hingga 5.215 pada awal perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026.
- CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini.
- Aksi jual investor asing dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor negatif yang menekan pasar saham.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melemah pada awal perdagangan, Rabu, 28 Oktober 2026. IHSG memerah 0,32 persen ke level 5.249.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih betah di zona merah dengan nurun 0,96 persen ke level 5.215.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 2,48 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp1,06 triliun serta frekuensi sebesar 126.720 kali.
Di waktu itu, terdapat 181 saham menghijau, sedangkan, 398 saham merosot. Sisanya, 384 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- BIPP
- CSIS
- LAPD
- MKNT
- AIMS
Top Loser
- NANO
- BTEK
- TAXI
- TGUK
- IDEA
Proyeksi IHSG
IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya, memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 5.185 dan 5.105, serta resistance 5.350 dan 5.430.
Namun, investor masih perlu mencermati sejumlah risiko yang berpotensi menekan IHSG.
Aksi jual investor asing yang berlanjut dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor negatif yang dapat membatasi penguatan pasar.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan berlangsung fluktuatif, dengan kecenderungan melemah.
Di tengah proyeksi pergerakan IHSG tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi buy atau beli untuk enam saham, diantaranya, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.