Hashim: Indonesia Gelap Karena Dibebani Utang Itu Bohong

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:38 WIB
Utusan Presiden RI Hashim Djojohadikusumo. Foto Ilustrasi AI.
BACA 10 DETIK
  • Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo membantah narasi media sosial tentang masa depan Indonesia akibat beban utang negara.
  • Berdasarkan data IMF dan Bank Dunia, rasio utang gabungan pemerintah dan swasta Indonesia berada di angka 40 hingga 41 persen dari PDB.
  • Posisi rasio utang Indonesia terbukti jauh lebih rendah dan lebih sehat dibandingkan negara tetangga serta sejumlah negara maju di dunia.

Suara.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo membantah narasi yang menyebut masa depan Indonesia gelap akibat terbebani utang negara.

Hashim yang merupakan adik Presiden RI Prabowo Subianto itu mengklaim kalau isu yang beredar di media sosial karena Indonesia terbebani utang adalah sebuah kebohongan.

Mengutip data Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, Hashim memaparkan bahwa rasio utang Indonesia justru termasuk yang paling rendah di dunia.

Saat ini, rasio utang negara yang mencakup gabungan utang pemerintah dan swasta hanya berada di angka 40 hingga 41 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) RI.

"Banyak yang persoalkan hutang negara, Indonesia gelap karena Indonesia dibebani uutang. Ternyata itu bohong. Enggak ini maaf ya, di sosial media itu banyak bohong. Menurut IMF dan Bank Dunia, hutang negara kita termasuk yang paling rendah di dunia. Itu kenyataan," katanya dalam Rapimnas Kadin 2026 yang dipantau virtual, dikutip Jumat (30/10/2026).

Ia kemudian membandingkan postur utang Indonesia dengan negara-negara tetangga maupun negara maju. Menurutnya, posisi utang Indonesia terbukti jauh lebih sehat dibandingkan Malaysia yang rasionya mencapai 61 persen, Vietnam 57 persen, maupun Thailand 54 persen dari PDB.

Bahkan, negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, hingga China memiliki porsi utang melebihi 100 persen PDB. Ia menilai kalau posisi utang Indonesia lebih baik ketimbang negara-negara tersebut.

"Amerika 120 persen, Jepang 250 persen, China 268 persen, Indonesia 40%. Ini adalah kekuatan kita utang negara termasuk uutang pemerintah dan uutang swasta itu 40 persen. 41 persen ini menurut IMF dan Bank Dunia," tegas Hashim.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com