Hashim Bantah Pemerintah Kasih HP Gratis, Klaim Ucapannya Dipelintir

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:03 WIB
Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo dan juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra M Iriawan di Jalan Kertanegara IV Jakarta, Minggu (20/10/2024). [Suara.com/M Yasir]
BACA 10 DETIK
  • Hashim Djojohadikusumo membantah isu pembagian HP gratis dan menegaskan pemerintah hanya membagikan rekening bank digital gratis.
  • Program rekening gratis bagi warga berusia 17 tahun ke atas bertujuan agar penyaluran bansos tepat sasaran.
  • Digitalisasi bansos ini dirancang untuk mencegah pejabat negara menyalahgunakan atau menilap dana bantuan masyarakat miskin.

Suara.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo membantah isu yang menyebut bahwa Pemerintah akan membagikan HP gratis kepada masyarakat.

Hashim mengklarifikasi bahwa program yang sedang disiapkan Pemerintah adalah pembagian rekening bank gratis, bukan HP gratis. Ia mengklaim kalau pernyataan sebelumnya dipelintir publik.

"Sudah diputuskan bahwa setiap warga di umur 17 tahun akan diberikan rekening bank gratis. Bukan HP gratis. Bisa ada saya dikutip bahwa setiap warga akan dapat HP gratis. Bukan, bukan, hati-hati dengan media, sosial media hati-hati," katanya dalam Rapimnas Kadin 2026 yang dipantau virtual, dikutip Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, pembagian rekening bank digital secara gratis bagi WNI berusia 17 tahun ke atas itu murni bertujuan agar penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bisa ditransfer langsung ke penerima.

Oleh karena itu, ia mewanti-wanti agar esensi dari program baik ini tidak dikaburkan oleh disinformasi di media.

"Mohon ya kawan-kawan media tolong ya jangan apa pernyataan saya di-framing atau dipelintir ya. Ini adalah kesempatan dan harapan kita bahwa nanti setiap bantuan sosial Bansos atau BLT atau apa yang dari pemerintah pusat nanti akan langsung ke rekening bank digital setiap warga di Indonesia," tegasnya.

Hashim lugas menegaskan bahwa digitalisasi Bansos ini akan menutup celah bagi para pejabat negara atau pihak elite mana pun untuk menilap dana bantuan masyarakat miskin.  

"Uang langsung ke orang yang perlu. Jangan sampai Bansos kesampaian ke tangan seorang Dirjen atau Kepala Bareskrim atau pada Hashim atau Pak Anindya atau kita semua yang tidak perlu. Bansos ini akan langsung tepat sasaran dan akan sampai ke rakyat yang perlu," tegasnya.  

Sebelumnya Hashim mengatakan kalau Pemerintah berencana membagikan ponsel gratis kepada masyarakat yang dilengkapi rekening digital. Fasilitas ini disiapkan untuk mempermudah penyaluran bantuan sosial dan bantuan langsung tunai (BLT) secara langsung kepada penerima.

Utusan Presiden RI Hashim Djojohadikusumo mengatakan, rekening digital tersebut akan menjadi sarana penyaluran bantuan pemerintah tanpa menggunakan uang tunai fisik.

"Setiap warga negara akan diberikan ponsel yang dilengkapi dengan rekening digital," ujar Hashim saat memberikan paparan di Prasasti Policy Forum 2026, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Hashim menjelaskan, pemerintah ingin mengubah mekanisme penyaluran bantuan sosial yang selama ini dilakukan melalui berbagai saluran menjadi transfer langsung dari pemerintah pusat ke rekening digital penerima.

"Terkait penyaluran bantuan tunai-mengingat Indonesia memiliki program bantuan tunai dan program sosial di mana pemerintah selama bertahun-tahun telah memberikan dana tunai kepada keluarga kurang mampu-seluruh bantuan tersebut tidak lagi akan disalurkan dalam bentuk uang tunai fisik. Sebaliknya, dana akan dikirimkan langsung oleh Pak Yuda dan Kementerian Keuangan ke ponsel masing-masing penerima," ujarnya.

Adapun pemerintah merencanakan pembukaan rekening gratis bagi masyarakat yang berusia 17 tahun, disertai saldo awal Rp 50.000. Program tersebut disebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 3,8 triliun dan ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027.

Namun, program pemerintah tidak hanya berhenti pada penyediaan rekening digital. Pemerintah juga menyiapkan program aktivasi bagi masyarakat yang memperoleh rekening agar fasilitas tersebut tidak sekadar menjadi rekening pasif atau tempat menyimpan dana bantuan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com