Gen Z Diajak Lebih Cerdas Berinvestasi, Jangan Terjebak FOMO dan Tren Crypto

Minggu, 01 November 2026 | 09:40 WIB
Pintu Goes to Campus bertajuk “Cara Gen-Z Tetap Bijak Finansial” di Auditorium R. Soeria Atmadja, FEB UI, Depok. [dok. pribadi]
BACA 10 DETIK
  • Edukasi investasi crypto bagi Gen-Z digelar melalui seminar Pintu Goes to Campus di FEB UI.

  • Mahasiswa dibekali pemahaman perencanaan keuangan, literasi aset digital, dan manajemen risiko investasi.

  • Gen-Z diimbau berinvestasi secara bijak, kritis, dan tidak terjebak FOMO.

Suara.com - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi oleh OJK, berkolaborasi dengan Management Student Society Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MSS FEB UI) menyelenggarakan Pintu Goes to Campus bertajuk "Cara Gen-Z Tetap Bijak Finansial".

Event ini digelar pada Kamis 22 Oktober 2026 di Auditorium R. Soeria Atmadja, FEB UI, Depok.

Turut hadir dalam acara ini, Founder Rencanaku.id sekaligus Dosen FEB UI, Rahmat Aryo Baskoro, Senior Product Marketing PINTU Reyner Jonathan, dan CEO MMS FEB UI Fariz Rahman Hakim.

Acara yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa/mahasiswi Universitas Indonesia ini menghadirkan pembahasan mendalam mengenai pengetahuan dalam memahami aset digital secara rasional, mulai dari mengasah kemampuan analisis, menerapkan manajemen risiko, hingga menghindari keputusan investasi yang didorong Fear of Missing Out (FOMO).

"Pintu Goes to Campus merupakan salah satu bentuk komitmen PINTU dalam memperluas literasi keuangan digital di kalangan generasi muda, yang kini menjadi salah satu segmen penting dalam pertumbuhan investor aset crypto di Indonesia," kata Presiden Direktur PINTU, Andy Putra. 

"Kami mengapresiasi MSS FEB UI yang telah menginisiasi kegiatan ini di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi aset crypto. Melalui kegiatan edukasi seperti ini, kami berharap generasi muda dapat memahami aset crypto secara lebih komprehensif, termasuk potensi dan risikonya, sehingga mampu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak dan bertanggung jawab," urainya.

Rahmat Aryo Baskoro, Founder Rencanaku.id dan Dosen FEB UI menjelaskan, "Crypto bukan titik awal sebuah rencana keuangan, melainkan salah satu pilihan instrumen investasi. Urutannya harus tepat: tetapkan tujuan keuangan, bangun fondasi dan literasi, baru kemudian memilih instrumen."

"Setiap instrumen memiliki risiko yang melekat, dan aset crypto berada di kategori risiko tinggi, sehingga hal ini perlu dipahami sejak awal," imbuhnya.

CEO Management Student Society FEB UI, Fariz Rahman Hakim, mengapresiasi kehadiran PINTU di FEB UI.

"Informasi mengenai investasi khususnya cryptocurrency dapat ditemukan hampir di mana saja, namun banyaknya informasi bukan berarti kita memiliki pemahaman yang cukup untuk mengambil keputusan finansial yang tepat," tuturnya.

"Karena itu, melalui seminar ini dengan tema Crypto Smart 2026: Cara Gen-Z Tetap Bijak Finansial, kami berharap para peserta tidak hanya mendapat wawasan mengenai crypto dan investasi, tetapi bagaimana kita bisa memahami dan menjadi investor yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan," jelas Fariz.

Dalam sesi seminar, peserta diajak memahami bagaimana membangun fondasi keuangan pribadi sebelum masuk ke instrumen investasi berisiko tinggi.

Materi yang dibawakan mencakup prinsip perencanaan keuangan, pentingnya dana darurat dan alokasi aset, cara membedakan informasi yang kredibel di tengah derasnya konten media sosial, hingga strategi manajemen risiko saat berinvestasi di aset digital.

Pendekatan ini diharapkan membantu mahasiswa melihat aset crypto bukan sebagai jalan pintas menjadi kaya, melainkan sebagai bagian dari portofolio yang dikelola secara disiplin dan terukur.

Antusiasme generasi muda terhadap aset digital terus menunjukkan tren meningkat. Berdasarkan data OJK, jumlah investor aset crypto di Indonesia telah mencapai 22,93 juta per Juli 2026.

Di tengah ruang pertumbuhan yang masih memiliki potensi, ini menegaskan pentingnya edukasi yang menyasar mahasiswa secara langsung, agar keputusan investasi didasarkan pada pengetahuan dan profil risiko masing-masing, bukan sekadar mengikuti tren.

"Komitmen untuk melanjutkan program literasi dan edukasi ini akan terus kami galakkan, baik di kampus melalui program Pintu Goes to Campus, serta berbagai inisiatif lainnya," ucap Andy Putra.

"Kami meyakini, langkah konkret yang diambil untuk memberikan edukasi ini akan memberi manfaat yang besar bagi para generasi muda khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai aset cryptoserta mampu memahami risiko investasi," tukasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com