Emiten Prajogo Pangestu Borong Saham Rp830 Miliar, Siapkan Dana Rp4,5 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 12:45 WIB
mpat emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu telah menggelontorkan dana Rp830,7 miliar untuk membeli kembali saham atau buyback hingga awal November 2026. Foto ist.
BACA 10 DETIK
  • Empat emiten terafiliasi Prajogo telah merealisasikan buyback Rp830,7 miliar.
  • Total anggaran buyback mencapai Rp4,5 triliun, masih tersisa Rp3,67 triliun.
  • TPIA menjadi emiten dengan realisasi buyback terbesar, mencapai Rp518,2 miliar.

Suara.com - Empat emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu telah menggelontorkan dana Rp830,7 miliar untuk membeli kembali saham atau buyback hingga awal November 2026. Namun, aksi korporasi tersebut masih jauh dari target maksimal yang disiapkan perusahaan, yakni mencapai Rp4,5 triliun.

Keempat emiten tersebut adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Berdasarkan keterbukaan informasi masing-masing perusahaan, TPIA menjadi emiten dengan realisasi buyback terbesar. Hingga 2 November 2026, perseroan telah membeli kembali 378.428.200 lembar saham dengan nilai mencapai Rp518,2 miliar.

Posisi berikutnya ditempati BRPT dengan realisasi pembelian kembali 99.100.600 lembar saham senilai Rp121 miliar hingga 30 Oktober 2026.

Sementara itu, BREN telah merealisasikan buyback sebanyak 49.139.000 lembar saham dengan nilai sekitar Rp98 miliar hingga 1 November 2026.

Adapun CUAN telah membeli kembali 190.453.700 lembar saham senilai Rp93,5 miliar hingga 28 Oktober 2026. CUAN merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan BRPT, tetapi bukan anak usaha perseroan dan dimiliki langsung oleh Prajogo Pangestu.

Jika dibandingkan dengan alokasi dana maksimal, realisasi buyback keempat emiten tersebut masih tergolong kecil. TPIA menyiapkan anggaran hingga Rp2 triliun, sedangkan BRPT dan BREN masing-masing mengalokasikan dana maksimal Rp1 triliun.

Di sisi lain, CUAN menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk program pembelian kembali sahamnya.

Dengan demikian, total dana yang disiapkan keempat emiten mencapai Rp4,5 triliun. Artinya, masih terdapat ruang sekitar Rp3,67 triliun yang berpotensi digunakan untuk melanjutkan aksi buyback, sepanjang perusahaan merealisasikan seluruh alokasi yang telah ditetapkan.

Program pembelian kembali saham tersebut memiliki tenggat waktu berbeda. TPIA dijadwalkan melanjutkan buyback hingga 28 Januari 2027. Sementara itu, BRPT, BREN, dan CUAN akan mengakhiri programnya pada 31 Desember 2026.

Manajemen masing-masing perusahaan menyebut buyback sebagai salah satu upaya untuk menjaga nilai bagi pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan terhadap fundamental dan prospek bisnis jangka panjang.

Dari sisi pendanaan, manajemen TPIA menyatakan dana buyback berasal dari kas internal perusahaan. Sementara itu, BRPT menyampaikan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif secara material terhadap kegiatan operasional maupun pendapatan perseroan.

BRPT juga menilai ketersediaan modal kerja dan arus kas perusahaan masih mencukupi untuk membiayai program tersebut.

Dalam pelaksanaan buyback, keempat emiten menggandeng sejumlah perusahaan sekuritas sebagai perantara transaksi.

BRPT menunjuk Sucor Sekuritas, sedangkan TPIA bekerja sama dengan BCA Sekuritas. BREN menggunakan jasa BNI Sekuritas.

Sementara itu, CUAN menunjuk dua perusahaan sekuritas sekaligus, yakni BNI Sekuritas dan Trimegah Sekuritas.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com