- IHSG dibuka menguat 0,58 persen ke level 5.126 pada awal perdagangan hari Selasa tanggal 3 November 2026.
- Sebanyak 332 saham mengalami penguatan, 209 saham merosot, dan 102 saham stagnan berdasarkan data perdagangan pagi hari.
- Analis Kiwoom Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dinamis dengan kecenderungan menguat terbatas di antara support dan resistance tertentu.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau pada awal perdagangan, Selasa, 3 November 2026. IHSG dibuka menguat 0,58 persen ke leben 5.126.
Berdasarkan data Stockbit, hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih betah di zona hijau dengan naik 0,18 persen ke level 5.106.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 1,54 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp577,62 miliar serta frekuensi sebesar 89.700 kali.
Di waktu itu, terdapat 332 saham menghijau, sedangkan, 209 saham merosot. Sisanya, 102 saham masih belum bergerak alias stagnan.
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- MKNT
- AIMS
- TMPO
- BSWD
- PPRE
Top Loser
- EURO
- ALKA
- MPXL
- PTSP
- BUVA
Proyeksi IHSG
IHSG pada sesi perdagangan Selasa (3/11/2026) diproyeksikan akan mengalami fluktuasi yang cukup dinamis dengan kecenderungan bervariasi (mixed). Kendati terdapat sinyal penguatan, para analis memandang bahwa laju kenaikan indeks komposit masih akan tertahan dalam rentang yang terbatas.
Membedah lebih dalam mengenai prospek pergerakan indeks hari ini, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memaparkan analisis teknikalnya. Ia menyoroti bahwa secara perlahan laju indeks mulai menunjukkan sinyal kebangkitan setelah sebelumnya sempat tertekan.
Indikasi positif ini tecermin dari pergerakan instrumen indikator Relative Strength Index (RSI) yang mulai merangkak keluar dari area jenuh jual atau oversold. Kondisi ini umumnya membuka peluang akumulasi bagi para pialang maupun investor ritel yang tengah mencari momentum beli di area bawah (bottom fishing).
"IHSG (03/11) kami perkirakan bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 4.965 dan resistance 5.200 dengan indikator RSI menunjukkan keluar dari area oversold," katanya.
Terkait peluang teknikal yang ada, Audi meracik tiga rekomendasi emiten dari beragam sektor yang layak dipertimbangkan masuk dalam keranjang portofolio hari ini. Pertama, perhatian tertuju pada emiten manufaktur perhiasan dan emas PT Hartadinata Abadi Tbk (kode saham: HRTA).
Kedua, saham konglomerasi raksasa PT Astra International Tbk (ASII) turut menjadi pilihan utama. Pilihan ketiga jatuh kepada emiten tambang logam PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang juga direkomendasikan dengan pendekatan speculative buy.
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.