Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Selasa (3/11/2026). [Dok. Kemenkeu]
BACA 10 DETIK
  • Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengumumkan realisasi APBN triwulan III 2026 dalam rapat KSSK pada November 2026.
  • Pendapatan negara dan hibah mencapai Rp 2.341,5 triliun yang didorong oleh pertumbuhan penerimaan perpajakan dan PNBP.
  • Belanja negara tercatat sebesar Rp 2.660,5 triliun untuk mendanai berbagai program pemerintah serta pembangunan infrastruktur nasional.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengumumkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama triwulan III 2026 atau periode Juni-September.

Menkeu Suahasil mengatakan kalau hingga akhir triwulan III, realisasi Pendapatan Negara dan Hibah mencapai Rp 2.341,5 triliun atau tumbuh 25,5 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Hingga akhir triwulan III 2026, realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp 2.341,5 triliun atau tumbuh kuat sebesar 25,5% year on year," katanya dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dikutip Rabu (4/11/2026).

Dari total Pendapatan Negara itu, Suahasil menjelaskan kalau Penerimaan Perpajakan tumbuh tinggi dengan angka Rp 1.847,7 triliun atau naik 21,8 persen yoy.

Menurutnya, realisasi penerimaan pajak ini didorong oleh aktivitas ekonomi dan platform Coretax yang dimiliki Direktorat Jenderal Pejak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Di sisi penerimaan perpajakan, realisasinya tumbuh tinggi sebesar 21,8 persen year on year sehingga mencapai Rp 1.847,7 triliun. Realisasi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi dan penerapan Coretax System yang semakin baik," lanjutnya.

Sedangkan realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp 240,1 triliun atau tumbuh 8,5 persen yoy. Kemudian realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat Rp 492,3 triliun atau naik 41,7 persen secara tahunan yang disebutnya tetap on track.

Realisasi Belanja Negara Q3 2026

Suahasil juga menjelaskan kalau realisasi Belanja Negara mencapai Rp 2.660,5 triliun atau tumbuh 19 persen secara tahunan. Dari total itu, realisasi belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 2.061,3 triliun atau tumbuh 29,6 persen yoy.

Namun realisasi Transfer ke Daerah (TKD) tercatat Rp 599,2 triliun, turun 7,1 persen yoy.

Adapun realisasi Belanja Negara ini dipengaruhi program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) reguler, Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN), kartu sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah).

"Selain itu juga ada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, layanan pendidikan, pembayaran manfaat pensiun, subsidi serta kompensasi BBM dan listrik," imbuhnya.

Di sisi lain realisasi pembiayaan anggaran tercatat Rp 462 triliun atau tumbuh 0,4 persen yoy yang disebut Suahasil untuk mendukung pengelolaan APBN yang kredibel dan akuntabel.

"Realisasi ini didukung antara lain oleh pembiayaan utang yang dikelola secara prudent dan terukur, serta memperhatikan likuiditas pemerintah. Selain itu, kita juga terus memperhatikan kondisi kas yang optimal dan dinamika pasar keuangan. Pengelolaan pembiayaan juga didukung oleh pembiayaan investasi yang dikelola untuk perbaikan kesejahteraan rak- masyarakat dalam mendukung akselerasi pangan, pertanian, perumahan, pendidikan, dan infrastruktur," jelas Suahasil.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com