Pemilu AS Jadi Bursa Judi, Putaran Uang Tembus Rp26,8 Triliun

Rabu, 04 November 2026 | 16:07 WIB
Ilustrasi. Pemilu paruh waktu atau midterm elections Amerika Serikat (AS) menjadi bursa judi bagi sejumlah pihak dengan nilai puluhan triliun. (Stefani Reynolds / AFP)
BACA 10 DETIK
  • Volume taruhan pemilu paruh waktu AS menembus US$1,48 miliar atau Rp26,86 triliun.
  • Kalshi dan Polymarket menghadapi sorotan setelah sejumlah prediksi pemilu meleset.\
  • Transaksi kecil berpotensi menggeser probabilitas politik dan memunculkan risiko manipulasi.

Suara.com - Pemilu paruh waktu atau midterm elections Amerika Serikat (AS) menjadi bursa judi bagi sejumlah pihak dengan nilai puluhan triliun. Pesta demokrasi rakyat AS ini menjelma menjadi ladang spekulasi bernilai jumbo setelah aktivitas taruhan di pasar prediksi menembus US$1,48 miliar atau sekitar Rp26,86 triliun dengan kurs Rp18.148.

Besarnya perputaran uang itu terlihat dalam platform judi Kalshi dan Polymarket. Mengutip Reuters, Rabu (4/11/2026), pasar prediksi menghadapi ujian besar dalam pemilu paruh waktu AS yang berlangsung Selasa (3/11). Hasil pemilu kali ini akan menjadi tolok ukur apakah pasar prediksi benar-benar mampu menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan atau justru hanya menjadi arena spekulasi dengan taruhan besar.

Popularitas pasar prediksi meningkat setelah pemilihan presiden AS 2024. Kala itu, platform tersebut memberikan sinyal kemenangan Donald Trump ketika jajak pendapat tradisional masih menjadi salah satu acuan utama.

Sejak saat itu, pasar prediksi semakin banyak dimanfaatkan sebagai referensi oleh media hingga investor untuk membaca arah politik dan kemungkinan kebijakan pemerintah.

Namun, besarnya transaksi belum tentu mencerminkan ketepatan prediksi.

Data perusahaan analitik BetInt pada Selasa siang menunjukkan pasar memperkirakan Partai Demokrat memiliki peluang 94% untuk menguasai DPR AS dan 74% untuk memenangkan Senat.

Angka probabilitas tersebut memperlihatkan bagaimana pertarungan politik diterjemahkan menjadi komoditas yang dapat diperdagangkan. Investor bahkan bisa mengambil posisi berdasarkan kemungkinan kemenangan kandidat atau partai tertentu.

Associate Dean Vanderbilt University Law School, Yesha Yadav, menilai pemilu kali ini menjadi ujian nyata bagi perkembangan industri pasar prediksi.

"Pemilu ini menjadi ujian nyata bagi gelombang baru pasar prediksi," ujarnya.

Besarnya aktivitas perdagangan terlihat dari volume transaksi Kalshi yang mencapai US$1,33 miliar untuk seluruh kontrak pemilu paruh waktu.

Sementara itu, taruhan pada pasar pemilihan anggota Kongres di Polymarket mencapai sekitar US$145 juta berdasarkan data Anti-Corruption Data Collective (ACDC).

ACDC mencatat lebih dari 28.000 pasar terkait pemilu paruh waktu telah dibuka. Meski demikian, sebagian besar volume perdagangan terkonsentrasi pada sejumlah persaingan Senat, termasuk Texas, Michigan, Maine, dan South Carolina.

Persaingan Senat Texas menjadi salah satu magnet terbesar dengan nilai taruhan hampir US$67 juta hingga 29 Oktober. Pasar memperkirakan kandidat Demokrat James Talarico memiliki peluang 74% untuk mengalahkan kandidat Republik Ken Paxton.

Di Michigan, nilai taruhan mencapai lebih dari US$26 juta. Kandidat Demokrat Abdul El-Sayed diperkirakan memiliki peluang 76% untuk mengalahkan kandidat Republik Mike Rogers.

Masalahnya, rekam jejak pasar prediksi tidak selalu sejalan dengan hasil akhir pemilu.

Penelitian Vanderbilt University pada 2025 yang menganalisis hampir 2.500 pasar pemilu 2024 memang menunjukkan pasar prediksi secara umum mampu mengukur probabilitas dengan baik.

Namun, Joshua Clinton, profesor ilmu politik Vanderbilt University, mengingatkan hasil agregat tersebut belum tentu mencerminkan kemampuan pasar dalam membaca persaingan yang berlangsung ketat.

Kelemahan itu terlihat dalam pemilihan presiden Brasil pada Oktober 2026. Kala itu, Kalshi dan Polymarket hanya memperkirakan peluang sekitar 20% bagi Luiz Inacio Lula da Silva untuk mengalahkan Flavio Bolsonaro. Kenyataannya, Lula justru memenangkan pemilihan tersebut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com