- Harga Bitcoin mengalami tekanan sepanjang tahun 2026 akibat pola konsolidasi yang selalu berujung pada penurunan harga.
- Analis memproyeksikan target penurunan harga Bitcoin berada pada level US$75.001 hingga US$73.188 jika batas support gagal bertahan.
- Peluang pemulihan harga Bitcoin terbuka apabila mampu menembus dan bertahan di atas indikator rata-rata 30 hari sebesar US$81.319.
Suara.com - Harga Bitcoin masih tertahan dalam zona yang penuh tekanan sepanjang tahun 2026. Meskipun tingkat penurunan harga secara akumulatif berhasil menyusut menjadi sekitar 11 persen sejak awal tahun—setelah sempat terperosok lebih dari 40 persen dari titik puncaknya—upaya pemulihan (rebound) terbaru tampak kembali mengendur.
Sejumlah indikator analisis teknikal memberi sinyal bahwa gelombang koreksi susulan berpotensi melanda bursa kripto dalam waktu dekat.
Melansir laporan kolom analisis teknikal Mapping the Market dari Reuters, para analis memanfaatkan pergerakan grafik harga historis untuk memetakan arah pergerakan pasar ke depan.
Salah satu fokus utama analisis saat ini bertumpu pada pola konsolidasi, yakni kondisi ketika harga pasar bergerak menyamping (sideways) dalam rentang terbatas sebelum menentukan arah tren berikutnya.
Pola konsolidasi ini menjadi faktor yang sangat krusial bagi Bitcoin. Setelah berhasil menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan terakhir di angka US$87.315,30 pada September 2026 lalu, pergerakan Bitcoin memasuki beberapa kali fase konsolidasi.
Namun, kecenderungan yang terjadi berulang kali adalah pola konsolidasi tersebut selalu berakhir dengan penembusan ke bawah (breakdown) yang menyeret harga lebih rendah.
Dalam pola penurunan berulang seperti ini, para analis teknikal berfokus mengidentifikasi titik-titik penahan atau support yang bertindak sebagai batas bawah pergerakan harga.
Penentuan support umumnya mengacu pada titik tertinggi dan terendah masa lalu, pergerakan rata-rata (moving average), serta perhitungan persentase pemulihan Fibonacci retracements.
Pola berulang di mana Bitcoin terus merosot pasca-fase konsolidasi kini membentuk tren bearish tersendiri. Pekan lalu, Bitcoin kembali memasuki fase konsolidasi terbarunya. Apabila pergerakan dari fase ini kembali berujung pada pengereman ke bawah, target penurunan pertama berada pada level Fibonacci retracement di kisaran US$75.001.
- Baca Juga
- CFX10 Masih Melesat ke level 972,69
Titik US$75.001 memiliki arti strategis karena menandai separuh dari total kenaikan yang sempat dibukukan Bitcoin sejak pertengahan Agustus hingga akhir September 2026.
Jika batas support psikologis tersebut gagal bertahan, tekanan jual diproyeksikan akan membawa harga menyentuh indikator pergerakan rata-rata 200 hari (200-day moving average) di level US73.188.
Dalam skenario koreksi yang lebih dalam, target penurunan berikutnya mengintai area terendah pertengahan Agustus yang berada sedikit di atas US$73.188.
Peluang Pemulihan dan Skenario Bullish
Kendati dibayangi risiko penurunan lanjutan, harapan bagi kelompok pembeli (bulls) belum sepenuhnya tertutup. Skenario pembalikan arah menuju tren menguat (bullish) dapat terwujud apabila Bitcoin mampu memutus siklus breakdown dan berhasil menembus ke atas indikator pergerakan rata-rata 30 hari (30-day moving average).
Berdasarkan data keuangan LSEG, indikator rata-rata 30 hari tersebut saat ini berada di level US81.319. Apabila harga Bitcoin sanggup ditutup secara konsisten di atas batas US$81.319.
Apabila harga Bitcoin sanggup ditutup secara konsisten di atas batas US$81.319. Apabila harga Bitcoin sanggup ditutup secara konsisten di atas batas US$81.319, gelombang tekanan bearish diperkirakan akan mereda.
Penembusan tersebut akan membuka jalan bagi Bitcoin untuk membidik target resistansi berikutnya di kisaran harga US84.800—yang merupakan titik tertinggi perdagangan pada 21 dan 22 Oktober sebelum akhirnya berpeluang melakukan reli jangka panjang untuk menguji kembali rekor puncak bulan Januari di atas level US$84.800.
Dinamika grafik teknikal saat ini menempatkan pergerakan Bitcoin pada persimpangan jalan yang krusial. Para pelaku pasar dan investor profesional di kawasan perkotaan diimbau untuk terus mengamati konfirmasi arah breakout dari rentang konsolidasi saat ini guna mengantisipasi volatilitas tinggi di bursa aset digital.