Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB
Kondisi RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (31/10/2026). (Istimewa)
BACA 10 DETIK
  • Manajemen PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk resmi membantah isu pengerahan warga berbayar dalam acara RANS Carnival Yogyakarta.
  • Corporate Secretary Chintami Maranata merilis klarifikasi melalui BEI pada 4 November 2026 terkait pengunduran diri sejumlah musisi.
  • Meskipun ada perombakan musisi, acara tetap sukses terlaksana di Sleman tanpa mengganggu stabilitas keuangan perseroan.

Suara.com - Perusahaan hiburan raksasa yang kini telah melantai di bursa saham, PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (dengan kode emiten RANS), akhirnya mengeluarkan klarifikasi resmi guna meluruskan bola salju isu yang tengah menggelinding di ruang publik. Manajemen perseroan secara tegas membantah seluruh narasi dan spekulasi yang menyebutkan adanya praktik pengerahan massa atau warga lokal dengan imbalan uang tunai sebesar Rp 50.000 demi meramaikan perhelatan RANS Carnival Yogyakarta.

Lebih jauh, pihak korporasi juga menepis keras rumor yang menarasikan bahwa manajemen telah memberikan komando atau instruksi khusus kepada instansi kepolisian, perangkat kelurahan, pejabat desa, maupun berbagai pihak ketiga lainnya untuk memobilisasi massa ke arena acara.

Gelombang kabar burung yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya ini diketahui menyebar secara masif dalam beberapa hari terakhir melalui berbagai pemberitaan miring serta pesan berantai di aplikasi percakapan digital, yang berpotensi mencederai reputasi perseroan di mata publik dan investor.

Menyikapi krisis komunikasi yang eskalatif tersebut, Corporate Secretary RANS, Chintami Maranata Sihombing, langsung mengambil langkah taktis dengan merilis penjelasan resmi melalui kanal Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Rabu (4/11/2026).

"Terkait dugaan pengerahan warga dengan imbalan Rp 50.000, Perseroan menegaskan bahwa Perseroan tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai kegiatan tersebut," kata Chintami.

Dalam dokumen keterbukaan informasi yang sama, Chintami juga menyinggung ihwal dinamika internal terkait pengunduran diri sejumlah musisi dan penampil utama dari panggung RANS Carnival Yogyakarta. Pihak manajemen memastikan bahwa agenda hiburan tersebut tetap terealisasi dengan baik selama dua hari penuh sesuai dengan kalender yang telah ditetapkan.

"Sejumlah musisi yang sebelumnya dijadwalkan tampil belum dapat berpartisipasi dalam acara tersebut berdasarkan pertimbangan masing-masing dalam menyikapi perkembangan situasi menjelang penyelenggaraan acara. Perseroan menghormati keputusan para musisi tersebut," imbuhnya.

Jika ditarik dari garis kronologisnya, festival hiburan rakyat RANS Carnival Yogyakarta sejatinya diselenggarakan pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 dengan mengambil lokasi di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Namun, pada fase krusial menjelang hari pelaksanaan atau hari-H, sejumlah musisi bintang tamu mendadak mengambil langkah putar balik dan memutuskan untuk mengubah status keikutsertaan mereka dalam acara tersebut.

Keputusan eksodus para pengisi acara ini disinyalir meruap seketika usai munculnya gelombang atensi dan sentimen publik terkait kehadiran sang figur utama, Raffi Ahmad, dalam sebuah agenda peringatan Sumpah Pemuda yang terpusat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026.

Kehadiran figur publik tersebut memicu beragam diskursus di dunia maya. Akan tetapi, berdasarkan klarifikasi resmi yang dirilis oleh jajaran Polda Metro Jaya selaku pihak penyelenggara agenda Sumpah Pemuda, kehadiran Raffi Ahmad di lokasi tersebut murni sebatas sebagai tamu undangan kenegaraan, tanpa ada afiliasi manuver politik tertentu.

"Perkembangan tersebut turut memengaruhi persiapan acara, termasuk perubahan keikutsertaan sejumlah pengisi acara dan penyesuaian partisipasi pelaku usaha," ujar dia.

Menghadapi situasi yang serba dinamis dan di luar kendali tersebut, tim operasional RANS bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor dengan sejumlah pemangku kepentingan.

Perseroan terpaksa melakukan manuver penyesuaian susunan pengisi panggung dan merombak ulang struktur rangkaian kegiatan agar tetap relevan. Alhasil, festival akbar tersebut tetap dipacu pelaksanaannya dengan mengusung konsep yang jauh lebih sederhana dan membumi.

Panggung yang ditinggalkan oleh musisi ibu kota langsung diisi dengan memaksimalkan keterlibatan para musisi lokal, pemberdayaan ratusan tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta merangkul erat berbagai komunitas kreatif independen di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Dari kacamata fundamental bisnis perusahaan terbuka, Chintami memaparkan bahwa manajemen PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk saat ini masih dalam proses kalkulasi menyeluruh guna memperhitungkan dampak dari insiden tersebut terhadap target pendapatan perseroan.

Meski ada perombakan operasional, ia memberikan garansi kepada pemegang saham bahwa rentetan kejadian kontroversial ini sama sekali tidak memberikan dampak material yang mematikan terhadap kelangsungan kegiatan operasional rutin, postur kinerja keuangan, stabilitas arus kas (cash flow), maupun kapabilitas perseroan dalam memenuhi seluruh tenggat waktu kewajiban finansialnya.

"Perseroan masih mengevaluasi dampak penyesuaian acara terhadap pendapatan dan beban penyelenggaraan, termasuk beban yang telah dan/atau akan ditanggung, melalui penyusunan laporan realisasi keuangan kegiatan," pungkas dia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com