- DJPPR-Kemenkeu resmi membuka masa penawaran Sukuk Tabungan seri ST017 dari 6 November hingga 2 Desember 2026.
- Instrumen investasi ini menawarkan imbal hasil tertinggi sepanjang tahun 2026 dengan kupon minimal 6,95 persen dan 7,05 persen.
- Masyarakat dapat berinvestasi dengan aman melalui platform digital guna membantu pembiayaan pembangunan nasional secara praktis.
Suara.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR-Kemenkeu) secara resmi membuka masa penawaran instrumen investasi syariah Sukuk Tabungan (ST) seri ST017.
Masa penawaran instrumen ritel ini dimulai pada Jumat (6/11/2026) hingga menutup tirainya pada 2 Desember 2026 mendatang. Kehadiran seri ST017 ini sekaligus menandai babak akhir dari rangkaian penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel sepanjang tahun anggaran 2026.
Di tengah kondisi perekonomian makro global dan domestik yang masih dibayangi ketidakpastian, hadirnya ST017 menawarkan ruang aman bagi masyarakat untuk mengoptimalkan portofolio keuangan pribadi.
Penempatan modal pada aset berisiko rendah (low risk) dengan imbal hasil terukur dan dijamin penuh oleh negara ini dinilai sebagai langkah pengelolaan likuiditas yang bijak.
Langkah ini sejalan dengan prinsip precautionary motive atau motif kehati-hatian dalam teori Liquidity Preference, di mana investor mengamankan nilai aset pada instrumen berisiko minim namun tetap kompetitif.
Meningkatnya partisipasi masyarakat pada pasar surat utang negara juga didorong oleh kemudahan akses digital yang makin inklusif. Proses investasi tidak lagi terkendala oleh prosedur birokrasi yang rumit.
Melalui integrasi teknologi finansial (fintech) seperti platform Bibit, masyarakat dapat berpartisipasi langsung membiayai pembangunan nasional sekaligus mengembangkan aset secara praktis melalui aplikasi di ponsel pintar.
Tenor dan Imbal Hasil Rekor Sepanjang 2026
Mengutip publikasi resmi DJPPR-Kemenkeu, ST017 diterbitkan dalam dua struktur jangka waktu (tenor) yang dapat disesuaikan dengan target finansial masing-masing investor:
- Seri ST017T2: Mengusung tenor 2 tahun dengan penawaran imbal hasil minimal (floor rate) sebesar 6,95 persen per tahun.
- Seri ST017T4: Mengusung tenor 4 tahun yang diperuntukkan bagi investor dengan horizon jangka panjang, menyajikan imbal hasil minimal sebesar 7,05 persen per tahun.
Berdasarkan data catatan historis penerbitan SBN Ritel, tingkat imbal hasil yang ditawarkan ST017 secara resmi menobatkannya sebagai penerbitan SBN Ritel dengan return tertinggi sepanjang tahun 2026.
Bahkan untuk kategori khusus Sukuk Tabungan, kupon ST017 mencatatkan rekor tertinggi sejak penerbitan seri ST005 pada tahun 2019 silam.
Daya pikat imbal hasil ST017 makin terlihat saat dibandingkan dengan indikator suku bunga acuan moneter. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) edisi Oktober 2026, suku bunga acuan BI Rate saat ini dipertahankan pada level 5,75 persen.
Dengan demikian, seri ST017T2 memberikan marjin tambahan (spread) yang cukup tebal yaitu 120 basis poin (bps) di atas suku bunga acuan. Sementara itu, seri ST017T4 memberikan spread hingga 130 basis poin. Mengingat sifat imbal hasil Sukuk Tabungan bersifat mengambang dengan batas minimum (floating with floor), kupon ST017 berpotensi naik jika suku bunga acuan meningkat di masa depan, namun tidak akan turun di bawah batas minimal yang telah ditetapkan.